Bupati Bima Tangkal Perilaku Nakal Pengecer Pupuk, Ternyata Ini Harga Pupuk Bersubsidi
Cari Berita

Advertisement

Bupati Bima Tangkal Perilaku Nakal Pengecer Pupuk, Ternyata Ini Harga Pupuk Bersubsidi

Rabu, 17 Februari 2021

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE - (IST/IB)

Musim tanam tahun 2021 ini para petani di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa bernapas lega. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menjamin penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjawab terjadinya tindakan sepihak para distributor atau kios pengecer yang akan merugikan masyarakat.


Keseriusan Pemkab Bima menjamin keberlangsungan kehidupan pertanian para Petani itu ditegaskan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE melalui Instruksi Bupati Bima Nomor 500/011/03.4/2021 Tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi, yang di tanda tangani pada 11 Februari 2021. Ditujukan pada seluruh Camat se-Kabupaten Bima.


Sebelumnya, masyarakat menilai selama ini para Distributor atau Kios Pengecer menjual pupuk subsidi maupun non subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau menjual paketan. Sehingga Hj. Indah Dhamayanti meminta para Camat aktif monitoring atau pemantauan secara langsung di lapangan, terhadap penyaluran pupuk bersubsidi oleh Distributor kepada masing-masing Kios Pengecer.


Selain itu, Camat juga diminta mengkoordinasikan dengan Kepala Desa (Kades) di wilayah masing-masing, agar dapat mengumumkan secara terbuka melalui sarana publik (Masjid/Musala), maupun melalui berbagai acara sosial kemasyarakatan, tentang alokasi dan HET pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian tahun 2021.


''Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 tahun 2020,'' ujar Bupati Hj. Indah Dhamayanti melalui surat instruksinya.


Sementara itu, melalui rilis yang diterima media siber indikatorbima.com, Rabu 17 Februari 2021, untuk harga Pupuk Urea Rp 2.250 x 50 Kg = Rp. 112.500/Zak, Pupuk ZA Rp. 1.700 x 50 Kg = Rp.85.000/Zak, Pupuk SP 36 Rp. 2.400, x 50 Kg = Rp. 120.000/Zak, dan Pupuk NPK Phonska Rp. 2.300 x 50 Kg = Rp. 115.000/Zak, sedangkan harga Pupuk Petro Organik Rp. 800 x 40 Kg = Rp. 32.000/Zak.


Bahkan, Bupati yang akrab disapa Umi Dinda ini meminta Distributor pupuk bersubsidi memasang spanduk ukuran 3 meter x 1 meter, berisikan informasi harga semua jenis pupuk bersubsidi, yang dipasang pada lokasi yang dapat dilihat dan dibaca dengan jelas, dari jarak 6 meter.


Kemudian memastikan pengecer untuk memasang papan informasi penerima pupuk, sesuai dengan data e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).


Selanjutnya, Umi Dinda meminta kepada seluruh Camat melaporkan hasil pantauan lapangan secara tertulis kepada Bupati, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Bima. (Rls/indikatorbima.com).