Komunitas 'Lampa Sama' Panen Perdana di KJA Sungai Dalam Kawasan ZLT Kota Bima
Cari Berita

Advertisement

Komunitas 'Lampa Sama' Panen Perdana di KJA Sungai Dalam Kawasan ZLT Kota Bima

Jumat, 16 Oktober 2020

BIMA - Dalam mendorong pemanfaatan sosio ekonomi jalur sungai irigasi di Kota Bima, Komunitas 'Lampa Sama' Kelurahan Santi, membuat Keramba Jaring Apung (KJA) sungai dan mengisinya dengan ikan air tawar seperti Lele dan Nila. Upaya ini diinisiasi oleh Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TPPID) Kota Bima.

Bersama Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kota Bima, Jumat 16 Oktober 2020 sore melakukan panen perdana KJA Sungai yang dirangkaikan dengan Makan Bersama dan diskusi ringan soal pengembangan areal KJA. Hadir pada kesempatan tersebut, TPPID Kota Bima, Kepala Dinas DKP Kota Bima, Hj. Siti Zaenab, Kepala Bidang Budidaya Tangkap DKP Kota Bima, Gunawan beserta jajarannya. Lurah Santi, Rama Fithri serta seluruh Anggota Komunitas 'Lampa Sana' di Lokasi KJA Sungai, RT 09 RW 05 Kelurahan Santi Kota Bima.
Inisiator 'Zona Lingkungan Terintegrasi' (ZLT) - Kota Bima, Julhaidin atau yang biasa disapa Rangga Babuju, menyatakan, bahwa KJA Sungai masuk dalam ZLT di Kelurahan Santi. "Panen Perdana Nila dan Lele hasil Budidaya melalui KJA Sungai ini adalah satu-satu nya di Kota Bima. Dan perlu didorong untuk dilakukan pengembangan banyak titik di Kota Bima ini," tutur anggota TPPID Kota Bima ini.

ZLT adalah sebuah kawasan yang digagas oleh TPPID Kota Bima dan dikerjakan secara swadaya mandiri warga masyarakat setempat untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan lingkungan setempat. 

"Indikator kebutuhan inilah yang akan diintervensi melalui program Pemerintah Daerah. Misalnya di Kelurahan Santi ini, melihat geliat kegiatannya, maka pemerintah melalui OPD Tekhnis mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan dalam rangka keberlanjutan ZLT ini kedepannya," jelas Rangga.
Sementara itu, Kepala DKP Kota Bima, Hj. Siti Zaenab menyampaikan rasa bangga dan salutnya kepada Komunitas 'Lampa Sama' yang mampu mewujudkan KJA Sungai dan sukses membudidayakan Nila dan Lele didalamnya. 

"Ini luar biasa, karena KJA ini satu-satunya di Kota Bima. Dan DKP Kota Bima akan serius mengintervensi agar keberlanjutannya kedepan dapat dinikmati dan diikuti oleh banyak warga masyarakat lainnya. Ini sudah sangat luar biasa dan akan kami back up kedepannya," tuturnya.

Ketua Divisi Budidaya Ikan Air Tawar, Komunitas 'Lampa Sama' Kelurahan Santi, Muhammad Ali juga menyampaikan bahwa KJA Sungai ini dianggap sukses dan akan mulai diperluas dengan penambahan unit KJA Baru. "Karena setelah dievaluasi, budidaya melalui Pola KJA Sungai ini dianggap sukses. Maka, kami berencana untuk membuat beberapa unit lagi. Saat ini ada 6 unit KJA dan 2 Unit sarana penangkar awal. Rencana penambahan 4 unit lagi dengan kemampuan produksi 8.000 ekor Nila dan Lele," jelasnya.
Hal ini diamini oleh Sahroni, Ketua Komunitas 'Lampa Sama'. "ZLT di Kelurahan Santi yang diamanahkan kepada kami dan diinisiasi oleh Bang Rangga sebagai TPPID Kota Bima adalah, KJA Sungai, Green Houses, Budidaya Unggas Ayam Super dan Entok, Kawasan Pembenihan tanaman Holti dan Pohon Keras, KRPL, Pasar Sayur Mayur dan Ikan Segar, serta Kawasan Ramah Anak. Semua dalam satu zona yang disebut Zona terintegrasi," tuturnya kepada media ini.

ZLT ini merupakan Pilot Project kawasan percontohan dengan metode Urung Rembuk, dimana warga masyarakat mengawalinya dengan swadaya dan pemerintah daerah mem-back up melalui intervensi program masing-masing OPD terkait hingga nampak hasilnya. Setelah kemandirian terbangun, akan diteruskan melalui Dana CSR yang ada. (Red/indikatorbima.com).