Produk Ekonomi Lokal Bima Bakal Penuhi Kebutuhan Penonton Event MotoGP Mandalika
Cari Berita

Advertisement

Produk Ekonomi Lokal Bima Bakal Penuhi Kebutuhan Penonton Event MotoGP Mandalika

Minggu, 30 Agustus 2020

BIMA - Dalam rangka mendorong ekonomi kreatif, penguatan 'Kampung Sehat' dan memantau ketersediaan pangan lokal di Kota dan Kabupaten Bima, Polda NTB bermitra dengan BABUJU MANDIRI membentuk Tim PEKaT (Penguatan Ekonomi Kreatif Terpadu) yang berjumlah 10 orang. 4 anggota Dit Intel Polda NTB, 3 Dit Reskrim Polda NTB, Doktor Maharani, Paox Iben Mudaffar dan Rangga Babuju.

Tim ini bekerja mulai 19 Agustus hingga 28 Agustus 2020. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti Bansos di 15 Lokasi di wilayah Kabupaten Bima, diskusi dengan para Penggiat Kopi, Koordinasi terbatas dengan Wali Kota Bima dan Jajarannya, koordinasi terbatas dengan Pemerintah Kabupaten Bima dengan jajarannya, serta melakukan identifikasi produk ekonomi kreatif lokal di beberapa desa dan kelurahan.

Tim yang dipimpin oleh Ipda Ida Bagus Atmaja ini bertujuan melakukan pemetaan produk Kreatif lokal, guna memenuhi produk lokal daerah pada event MotoGP Lombok 2021.

"Kami dengan Tim memang hadir khusus ke Bima, salah satunya untuk mengidentifikasi Produk-produk kreatif lokal untuk memenuhi etalase kebutuhan tamu penonton MotoGP 2021 di Mandalika," ungkap Ipda Ida, dalam rilis yang diterima, Minggu 30 Agustus 2020

Sementara itu, Doktor Maharani, salah satu Tim Ahli yang tergabung dalam Tim PEKaT NTB menyampaikan kekagumannya dengan SDA Bima. Ia sempat turun lapangan dengan Tim di Wilayah Wawo Maria Utara, Lambu, Sape, Monta Dalam, Bolo, Ambalawi dan Ncai Kapenta.

"Ini luar biasa, saya kagum dengan hamparan ratusan hektar pohon mente di Ncai (Jalan) Kapenta dan kawasan pohon kopi di HKM Donggomasa - Kawae Wawo kemarin. Dan saya membayangkan nilai sosial ekonomi dan sosio ekologi nya, pastinya sangat luar biasa. Bima memang luar biasa," ujar Doktor Ahli Tanah NTB ini.

Dalam kesempatan tersebut, melalui komunikasi yang dibangun dengan Kepala Daerah, Tim PEKaT NTB akan membuat demplot kawasan pembibitan buah yang akan dilaksanakan tahun ini dengan luas 10 Hektare.

Rangga Babuju, anggota Tim PEKaT yang juga TPPID (Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah) Kota Bima mengapresiasi atas keberadaan Tim PEKaT NTB ini dalam rangka mendorong serta memfasilitasi produk ekonomi lokal Bima agar bisa masuk di KEK Mandalika.

"Bagi saya ini adalah terobasan yang luar biasa dalam mendorong UKM naik kelas. Dan salah satu yang menarik adalah rencana mendorong Perda produk lokal agar harga dan nilai ekonominya terjaga," ungkapnya bangga.

Penguatan utama dalam kegiatan identifikasi dan pemetaan potensi ekonomi kreatif lokal oleh Tim PEKaT ini adalah memastikan bahwa 'Kampung Sehat' yang dicanangkan oleh Polda NTB khususnya di wilayah Kota maupun Kabupaten Bima berjalan dengan baik atas kebutuhan warga masyarakat atau tidak.

Fakta di lapangan yang ditemui di 62 titik 'Kampung Sehat' di Wilayah Kota dan Kabupaten Bima, menjadi lebih baik dan maksimal karena lantaran memang kesadaran bersama masyarakat atas kebutuhan hidup sehat dan tentram. Ini yang menjadi apresiasi Tim selama berada di Bima. (Rilis/indikatorbima.com).

Editor : Subhan