Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB Selenggarakan Webiner Urgensi Kaderisasi
Cari Berita

Advertisement

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB Selenggarakan Webiner Urgensi Kaderisasi

Rabu, 10 Juni 2020

Poster Agenda
IndikatorBima.Com- Pimpinan
Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB, selenggarakan Webinar Dengan Tema Ngaji Pemuda Muhammadiyah: Perkaderan sebagai Basis Gerakan, 09/06/20.

Diskusi online dengan menggunakan Zoom meeting tersebut dipandu oleh Ilham, M.Pd.BI, dengan dua orang Narasumber Dr. (Cd) Syafril, M.Pd, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, dan Supala, M.Ag yang merupakan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kaderisasi.

Diskusi di ikuti oleh Pimpinan Kader Pemuda Muhammadiyah Se-NTB, dimulai pukul 20.00 s/d pukul 22.30 wita.

Dalam pengatarnya Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah NTB, Muslimin Magenda menyampaikan, bahwa Kaderisasi merupakan roh dan masa depan organisasi.

"Kita harus serius menangani kaderisasi, oleh sebab kaderisasi merupakan ikhtiar yang menentukan kualitas keberlanjutan organisasi," Jelas Muslimin.

Sementara Narasumber pertama Syafril, menyampaikan bahwa, dalam sejarah umat Islam sejak Nabi Muhammad sampai pada KH. Ahmad Dahlan, telah menempatkan kaderisasi sebagai fokus dan basis awal dalam pergerakan yang lebih luas.

"Nabi Muhammad dan KH. Ahmad Dahlan saja secara teoritik membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam mendiskusikan dan menanamkan ideologi pada generasi pelanjutnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi merupakan fondasi awal dalam gerakan Humanisasi, Liberasi dan Transensedensi," Jelas Mantan Dekan FKIP UMMAT ini.

Sementara itu Ketua Bidang Kader Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Supala menyampaikan. Bahwa secara organisatoris Pemuda Muhammadiyah khususnya dan Muhammadiyah Pada umumnya telah memiliki panduan baku dalam proses kaderisasi formal, nonformal, bahkan informal, tinggal kesungguhan dan komitmen bersama untuk dilaksankan secara sungguh-sungguh.

"Kerja kaderisasi merupakan kerja yang sunyi, dan senyap. Karenanya hanya mereka yang memiliki kesadaran teologis dan loyalitas tinggi tanpa pamrih yang mau terlibat dalam proses kaderisasi.

Menurutnya, semua elit Muhammadiyah harus membangun sinergi agar kaderisasi dapat berjalan dengan maksimal. Melakukan kaderisasi secara formal dan non formal, serta informal, sejak dari keluarga dll. Membuang ego sektoral, meleburkan diri dalam cita bersama organisasi.



Pewarta.        : Taufiqurrahman
Editor.            : Furkan