Masuk NTB Wajib Swab Test, Kadis Kesehatan: Bentuk Ketegasan Memutus Penularan Covid-19
Cari Berita

Advertisement

Masuk NTB Wajib Swab Test, Kadis Kesehatan: Bentuk Ketegasan Memutus Penularan Covid-19

Sabtu, 06 Juni 2020

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi Sp A, (IST/IB).

MATARAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mewajibkan bagi orang yang masuk di wilayah NTB termasuk melalui pelabuhan untuk dilakukan Rapid Tes atau Swab Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menegaskan hal itu merupakan langkah nyata dan tegas Pemprov NTB untuk memutus rantai penularan Covid-19, yakni dengan cara mengendalikan dan membatasi pergerakan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG).

“Semua kita tahu Virus Covid-19 ini sangat cepat penyebarannya. Jadi salah satu upaya serius pemerintah adalah dengan membatasi pergerakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan itu merupakan langkah yang paling efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19,” ujar dr. Eka dalam rilis berita yang terima, Sabtu 6 Juni 2020.

Menurutnya, hal ini sesuai protokol percepatan penanggulangan pendemi Covid-19 sebagaiman tertuang dalam Surat Edaran (SE) Ketua Gugus Tugas Covid Nomor 5 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam rangka percepatan Penanganan Covid-19.

Bahkan juga dituangkan dalam Surat Gubernur NTB Nomor 551/635/Dishub/I tanggal 24 April 2020 tentang Pengendalian Transportasi. Dan telah dituangkan Dinas Kesehatan dalam SE/SOP teknis dalam Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nomor: 441/8/Yankes/V/2020 tentang Prosedur Periksaaan PPTG Saat Kedatangan di Provinsi NTB Dalam Masa Darurat Bencana Non Alam Covid-19.

Namun dalam SE Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020 ditegaskan bahwa SE tersebut hanya berlaku hingga tanggal 7 Juni 2020. "Tentu kita menunggu perubahan kebijakan selanjutnya dari pusat tersebut. Karena ini merupakan tahapan yang jelas dan tegas dalam percepatan penanggulangan Covid-19,” imbuh dr. Eka.

Sementara itu, terkait dengan biaya Rapid Tes/Swab tersebut, dr. Eka menegaskan sepenuhnya gratis untuk para Pasien Covid-19 dan keluarganya yang masuk dalam daftar tracking.

“Tidak peduli seberapa banyak jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun keluarga dari Pasien Positif Covid yang masuk dalam daftar kontak tracking. Semuanya digratiskan dari biaya Swab atau Rapid Tes,” imbuh dr. Eka.

Termasuk Rapid Tes juga digratiskan untuk pihak terkait yang memenuhi kriteria sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Termasuk digratiskan untuk Siswa/Santri atau Mahasiswa yang hendak melakukan perjalanan menuju sekolah/pesantren atau kampusnya yang berada di luar Pulau atau Provinsi NTB.

“Pemprov juga telah membuat program rapid tes gratis untuk Siswa/Mahasiswa yang kampusnya di luar pulau/provinsi NTB. Namun, tentu hal itu harus sesuai dengan waktu para siswa/mahasiswa mulai melakukan pelajaran tatap muka," katanya.


Untuk sementara ini, kata dr Eka, sekolah akan mulai masuk tanggal 13 Juli 2020. Sementara untuk kampus akan mulai kuliah paling cepat minggu ke-3 Juli 2020. "Terkait waktu rapid tes siswa/mahasiswa ini kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Dikbud dan Perguruan tinggi terkait,”  tutupnya. (Subhan/IB).