Mantum IMM Cabang Bima Minta Bupati Bima Optimalkan Harga Jagung
Cari Berita

Advertisement

Mantum IMM Cabang Bima Minta Bupati Bima Optimalkan Harga Jagung

Sabtu, 20 Juni 2020

Foto : Andriadin
Beberapa bulan terakhir ini, masyarakat disibukan dengan aktivitas pertanian seperti melaksanakan panen jagung, bawang, padi dan lain sebagainya, walau ditengah pandemik Covid-19 para petani khususnya petani jagung baik itu yang ada di Kec. Wawo, Donggo, Wera, sape, Bello dan Langgudu tetap melaksanakan aktivitas panen demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, kalau tidak masyarakat mau makan apa.?

Harga jagung saat ini memprihatinkan sekali, karena harga jagung di tahun ini agak menurun ketimbang ditahun lalu, Para pembeli eceran mengambilnya di lokasi sekitar Rp.2.600 Kg. tapi kalau diantar  sendiri dari lokasi ke gudang harganya mencapai Rp. 3.100 PerKg belum lagi sewa mobil dan buru kalau di akumulasi masyarakat lebih banyak rugi dari pada keuntungan dari hasil jagung, belum lagi kerugian yang di alami oleh masyarakat pada saat jagung itu diserang hama dan penyakit.

Untuk menjawab problem itu perlu adanya keterlibatan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Bima  setidaknya memberikan perlindungan atau mengoptimalkan  harga jagung dari monopoli perdagangan dan eksploitasi pasar yang tidak menguntungkan bagi petani jagung itu sendiri.

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan amanat kepada negara, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan sebagai bentuk perwujudan masyarakat adil dan makmur serta untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasar warga negara, negara menyelenggarakan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat petani secara terencana, terarah dan berkelanjutan.

Kemudian ditegaskan dalam Undang-undang No.19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan pemberdayaan petani yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani guna mewujudkan taraf kesejahteraan, juga meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan melindungi petani dari kegagalan panen dan resiko harga selanjutnya Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) No.7 tahun 2020 tentang penetapan harga jagung yang kadar air 25% sekitar Rp.3.150 Kg. dan jagung yang kadar air 20%  Rp.3.500 PerKg,

Secara hierarkhi peraturan perundang-undangan tentang pengaturan di bidang pertanian cukup menjadi kekuatan hukum bagi Bupati Bima dalam mengeluarkan kebijakan lokal yang mengikat secara umum dan menyelamatkan masyarakat petani dari resiko harga yang selama ini terkesan dipermainkan oleh pembeli eceran tertentu.

Namun pada kenyataannya, Bupati Bima seolah-olah mengabaikan kondisi petani saat ini, bahkan Bupati Bima di nilai miskin ide dan gagasan untuk memberikan solusi atas  persoalan yang dialami oleh masyarakat petani saat ini, Bupati selaku pemerintah daerah sudah seharusnya menentukan sikap yang mandiri dalam mengelola dan mengurus daerahnya sendiri demi meningkatkan sektor pertanian yang berkelanjutan dan mewujudkan kesejarahan masyarakat secara keseluruhan.

Penulis : Andriadin, SH