Hanya Tiga Kelompok Ini Diberi Izin Perjalanan Saat Pandemi Covid-19 dengan Protokol Kesehatan Ketat
Cari Berita

Advertisement

Hanya Tiga Kelompok Ini Diberi Izin Perjalanan Saat Pandemi Covid-19 dengan Protokol Kesehatan Ketat

Sabtu, 06 Juni 2020

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr Nurhandini Eka Dewi Sp A, (IST/IB).

MATARAM - Pada fase awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) langkah tegas jajaran Gugus Tugas Covid-19 adalah dengan melakukan pembatasan menyeluruh pergerakan orang, hanya barang/logistik serta petugas Covid-19 yang diperbolehkan melakukan pergerakan dengan menggunakan kendaraan Dinas.

Namun tahap saat ini, diberikan pengeculiaan/diperbolehkan untuk orang-orang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi/umum yang dinilai memiliki kepentingan mendesak dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A melalui rilis berita yang diterima, Sabtu 6 Juni 2020 mengatakan, sesuai Surat Edaran Ketua Pelaksanan Gugus Tugas Nomor 5 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam rangka percepatan Penanganan Covid-19 ada tiga kelompok yang diberikan izin untuk melakukan Perjalanan.

"Kelompok pertama adalah mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah/swasta serta menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid-19; pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; Pelayanan kesehatan; Pelayanan kebutuhan dasar; pendukung layanan dasar; dan Pelayanan fungsi ekonomi penting,” ungkap dr. Eka.

Kelompok kedua adalah perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia; Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

“Sementara kelompok ketiga adalah Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas dr. Eka.

Dari ketiga kelompok yang diberikan izin oleh Negara untuk melakukan perjalanan tersebut. Pemerintah memberlakukan protokol pencegahan dan percepatan penaggulangan Covid-19 dengan sangat ketat. Yakni mereka harus bisa menunjukkan KTP, Surat Keterangan/Tugas, dan Hasil Tes Rapid Tes yang berlaku paling lama tiga hari atau hasil Swab negative yang berlaku paling lama tujuh hari. (Subhan/IB).