Ada Apa Di Balik Negaraku Yang Ramah ?!!
Cari Berita

Advertisement

Ada Apa Di Balik Negaraku Yang Ramah ?!!

Senin, 15 Juni 2020

Foto : Ilustrasi : Sumber Detik.Com
IndikatorBima.Com- Garam bukan main. Bagaimana tidak?!!!  Hukum saat ini tidak melihat pada persoalan, akan tetapi lebih kepada siapa pelakunya. Tidak lagi mengenal benar tidaknya perbuatan, jika bukan karena uang dan jabatan. Hukum yang tertulis di berbagai Undang-undang, bukan lagi menjadi solusi, malah menjadi ilusi bagi rakyat jelata. Undang-undang ibarat sebuah catatan pendek untuk cerita yang panjang. Hanya sebuah tulisan tapi bisa mematahkan kebenaran. Hanya sebuah catatan pendek, tp membuat kisah panjang di dalam jeruji bagi rakyat jelata yang tak bersalah.

Kelu, sesak, tentu saja iya. Siapa yang tidak kelu lisannya sekalipun bukti di depan mata jika para tikus berdasi pandai bersilat lidah, bermain uang, dan menggunakan politik kotor ala NKRI. Hahaha payah, pecundang! Munafik !

Inikah yang dinamakan NKRI harga mati ? Jangan teriak kepada negara lain, jika saja negara sendirilah yang merusak tubuh negaranya. Aturan inikah yang kalian banggakan ? Yang kalian agung-agungkan ? Oh ya, sistem demokrasi namanya. Yang katanya, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat ? Palsu !!! Yang pada kenyataannya adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk petinggi. Pantaskah kita katakan negara kita (Indonesia) adalah negara yang adil dan makmur ? Jauh dari kata pantas !

Sempat berfikir gak sih, atau kebayang diri sendiri ada di posisi itu ? Ini menyangkut nyawa dan harga diri. Pantaskah dihukum satu atau dua jari ? Oh ya, masih ingat kisah nenek ngambil kayu bakar ? Coba diingat, berapa tahun penjara ? Padahal alasannya karena lapar, tapi manusia-manusia busuk itu menjatuhkan hukuman tanpa belas kasih dan soalah jiwa kepemimpinannya tidak ada. Ya, memang tidak ada, sebab mereka buta sejarah, buta akal dan buta hati. Tidakkah kita melihat sejarah, bahwa saat sayyidina Umar bin Khattab menjadi pemimpin, yang sudah dijamin masuk syurga oleh Allah, akan tetapi rasa takutnya lebih besar dari pada tawaran apapun. Apa yang beliau katakan saat menjadi pemimpin ? "Kalau rakyat ku kelaparan, aku ingin menjadi orang pertama yg merasakannya. Kalau rakyat ku kekenyangan, aku  ingin menjadi orang yg terakhir menikmatinya." Tidak kah engkau malu wahai para petinggi ?

Ya Allah, lihatlah negara ku ini, penuh dengan kekacauan ulah manusia yang mengabdi pada sistem demokrasi. Mereka bodoh, sebab mereka belum tahu asal muasal demokrasi yang sesungguhnya. Tanpa sadar, kita sudah dikuasi oleh negara Asing. Menghamba pada sistem yg bathil. Mengekor pada tokoh tokoh yang membeci islam sejak dulu. Sistem saat ini akan terus menerus membusuk dalam tubuh manusia-manusia bodoh dan terpaksa rakyat jelata tak berdosa ikut terjerat di dalamnya. Membuat kita jauh dari fitrah sbg manusia yang membutuhkan hukum selain hukum buatan tangan manusia. Bukankah manusia diciptakan terbatas oleh Allah ?

 Mengapa kita masih mau mengambil aturan selain aturan Allah ? Lihat, sedari dulu hingga sekarang bahkan sampai hukum Allah belum diterapkan dalam bernegara, rakyat tetap menderita dan terdzolimi. Sudah banyak kasus yang dikubur dalam-dalam demi kepentingan politik yang bukan politik Islam. Membeberkan berita baru demi menutupi berita lama adalah cara mereka membungkam aktivis. Tapi kami, tidak akan pernah diam, sebab Allah akan memenangkan agamanya yang HAQ.

Percayalah, bahwa siapapun menjadi pemimpin, jika saja sistem atau peraturan ini masih diterapkan, sampai ke makaman pun tidak akan pernah bisa makmur rakyatnya, tidak akan pernah bisa berubah suatu kondisi negara. Ibarat mobil, jika mesinnya rusak, bisakah mobil tersebut jalan kalau yg diganti adalah orangnya ? Sepandai apapun yg menyetir, jika mesinnya tidak diperbaiki atau diganti, sampai kejang-kejang pun km, itu mobil gak akan bisa jalan. Sama halnya dengan sistem negara saat ini. Harus diganti dengan sistem islam yang datangnya dari sang Khalik, pencipta semesta alam. Baca kembali sejarah bagaimana Rasulullah Saw hingga para sahabatnya memimpin rakyat. Beda suku, bahasa, ras, bahkan agama, tetap rukun, sebab islam mengayomi bagi siapa yang tunduk pada yang sudah disyariatkan.

Inilah saatnya kita kembali ke jalan yang Haq, ukum yg Haq, dan keputusan yang Haq pula. 2/3 dunia, islam berjaya dengan keadilan dan kemakmuran rakyat tanpa problematika yg rumit yg tdk membuat rakyat terdzolimi sbgmn skrng ini. Islam berjaya pada masa itu karena pemimpinnya menerapkan sistem khilafah yang mana rasulullah saw bersabda, “Ada masa Kenabian (Nubuwwah) di tengah-tengah kalian yang tetap ada atas kehendak Allah. Lalu Allah mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian yang tetap ada atas kehendak Allah. Lalu Allah mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan yang menggigit yang tetap ada atas kehendak Allah. Lalu Allah mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan diktator (mulkan jabariyah) yang tetap ada atas kehendak Allah. Lalu Allah mengangkat masa itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Selanjutnya akan ada kembali masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian.” Setelah itu Nabi Saw. diam. (HR Ahmad). SOoolusinya adalah kembali pada hukum buatan Allah yang selengkap-lengkapnya Al-Qur'an dan as-Sunnah dengan menggunakan sistem khilafah melalui kebijakan khalifah.



Penulis : Lilis Adikayanti