PT GNE Bantah Bagikan Telur Rusak Melalui Program JPS Gemilang
Cari Berita

Advertisement

PT GNE Bantah Bagikan Telur Rusak Melalui Program JPS Gemilang

Rabu, 13 Mei 2020

Direktur Utama PT GNE, Samsul Hadi, (IST/IB).
MATARAM - PT Gerbang NTB Emas (GNE) adalah penyedia yang ditunjuk Gubernur melalui Dinas Sosial Provinsi NTB, melaksanakan item pengadaan telur sebanyak 2.100.000 butir, yang diambil dari peternak se-NTB.

Namun dikabarkan bahwa ada telur yang diterima masyarakat dalam kondisi rusak atau busuk. Direktur Utama PT GNE Samsul Hadi membantah telah membagikan telur dalam keadaan busuk.

“PT Gerbang NTB Emas yang ditunjuk sebagai pelaksana penyedia kegiatan pengadaan telur tersebut, tidak benar telah mendistribusikan telur dalam keadaan pecah/rusak/busuk,” tegas Samsul Hadi dalam keterangan yang diterima, Selasa 12 Mei 2020 malam.

Ia menjelaskan, bahwa tahapan yang dilakukan dalam penghimpunan telur dan pendistribusian adalah saat pembelian, pemeriksaan resmi oleh petugas dari Dinas Sosial dan pendistribusian yang dilakukan secara bersama oleh pemberi (petugas dari GNE) dan penerima barang (Petugas kelurahan/desa), "Jika ada kerusakan barang maka akan langsung diganti," ujarnya.

Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang diterima oleh PT GNE dari Dinas Sosial Provinsi bahwa tanggung jawab pengiriman barang dari penyedia dilakukan ke Kantor Desa/Kelurahan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima yang ditanda tangani oleh pihak Desa/Lurah.

“Jadi jika telur itu rusak atau sudah busuk, tidak mungkin penerima (Pemerintah Desa/Lurah) mau menanda tangani surat serah terima," tutur Hadi.

Berita Acara Serah Terima (BAST) ditanda tangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat yang mewakili setelah barang/telur yang dikirim dinyatakan diterima dalam kondisi baik dan tidak rusak/busuk. Selanjutnya pendistribusian barang dilakukan oleh pihak Desa/Lurah.

"Bila ada telur yang rusak/busuk karena ada proses gesekan atau terlalu lama berada disimpan setelah proses pengiriman dari penyedia ke Kantor Desa/Lurah maka itu diluar tanggung jawab PT GNE," katanya.

Samsul Hadi menambahkan, bahwa sebagai tanggung jawab moral bila ada kerusakan telur setelah pengiriman ke kantor Desa/Lurah maka PT GNE telah menyiapkan mekanisme penggantian telur bila terjadi kerusakan dengan langsung menghubungi petugas pengirim barang yang datang ke tempat tersebut.

Hadi mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah ikut mengawal program JPS Gemilang yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Bila mana ada kekurangan kami sebagai salah satu penyedia yang dipercaya pada JPS Gemilang periode I ini siap untuk saling mengkoreksi sesuai dengan hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia termasuk bila ada laporan oleh para pihak yang tidak sesuai," tutupnya.

Perlu diketahui, program JPS Gemilang tahap I yang diinisiasi oleh Pemprov NTB hampir rampung. Setiap paket JPS Gemilang berisi sembako senilai Rp 250.000/KK, berupa beras kualitas premium 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter serta paket masker dan suplemen (masker non medis 3 buah, susu kedelai/serbat jahe, minyak kayu putih/minyak cengkeh 10 ml, sabun cair 65 ml/sabun batang). Bantuan tersebut akan diberikan selama 3 bulan sejak April sampai dengan Juni 2020. (Subhan/IB).