Penanganan Covid-19 Terkesan Lamban, Esti Bergerak Seorang Diri Bagikan Masker
Cari Berita

Advertisement

Penanganan Covid-19 Terkesan Lamban, Esti Bergerak Seorang Diri Bagikan Masker

Jumat, 01 Mei 2020

Foto: Esti (Jas merah celana putih) saat membagikan masker kepada masyarakat setempat.
Indikatorbima.com - Merasa prihatin dan khawatir dengan kondisi masyarakat yang terus dihantui oleh penyebaran Covid-19, Esti Petansi (26) tahun salah satu tokoh pemuda desa Bala, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima bergerak seorang diri membagikan masker kepada masyarakat setempat, Jum'at (01/05/20).

Aksi tanggap cepat yang dilakukan oleh Esti bertepatan dengan May Day atau hari buruh itu disambut baik oleh masyarakat setempat. Pasalnya, masyarakat setempat sangat membutuhkan masker untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19. Disamping itu, penanganan Covid-19 di desa Bala juga belum terlihat.

"Jika pemuda adalah penentu, makan dalam kondisi seperti inilah pemuda bergerak, baik berkelompok organisai, swadaya bahkan perseorangan," Terang SMAN 2 Wera ini.

"Jujur saya pribadi sangat merasa perhatian dengan langakahnya masker, lebih-lebih di tempat saya," Lanjutnya.


Dalam aksi bagi-bagi masker gratis itu, Esti bersama adeknya Ifah Kharimatul Ilmi menyusuri persawahan, dan beberapa dusun di desa Bala. Sasarannya mulai dari anak-anak, dewasa dan lansia.

"Dari jam 11 siang saya bagikan sebagian kepada orang yang pergi jumatan. Terus saya lanjut sore hari sebelum berbuka puasa," Ungkap mantan Kabid pembedayaan perempuan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling ini.


Tidak banyak masker yang Esti bagikan kepada masyarakat, hanya 100 masker saja. Masker yang terbuat dari kain itu dibeli oleh esti dengan uangnya sendiri, ia menyisihkan hasil penjualan jambu dan uang dapurnya.

"Saya beli yang di produksi oleh Inarasa Sangiang, Iya uang sendiri hasil jual jambuku dan saya sisipkan sisa belanjaan dapur," Tutur salah satu guru yang sekarang mengajar di SMAN 1 Wera ini.

Meski demikian, langkah awal dan gerakan yang Esti bangun setidaknya membawa angin segar bagi masyarakat desa setempat, bahwa masih ada pemuda yang peduli dan mau bergerak, bahwa pencegahan penyebaran covid-19 bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua pihak salah satunya pemuda.


Esti berharap, semoga dengan gerakan kecil yang ia bangun dapat bernilai ibadah dan daat dijadikan semangat awal bagi pemdua setempat untuk ikut bergerak bersama melawan Covid-19.

"Semoga dengan apa yang saya lakukan bernilai ibadah," Harapnya.

Setelah melakukan aksi berbagi masker itu, Esti berencana mengajak pemuda-pemuda di Desa Bala untuk bergerak bersama-sama melawan Covid-19 agar tidak mengancam kesehatan masyarakat desa Bala. Selain itu, Esti juga akan menemui pemerintah Desa Bala untuk berkonsultasi dan berkoordinasi terkait upaya penanganan Covid-19.

"Setelah ini akan saya bangun komunikasi dengan pemuda dan pemdes, ya minimal ada pengadaan masker," Tutupnya.

Furkan/Indikatorbima