Mahasiswa Pulang Kampung Dengan Jalan Kaki dari Tangerang Selatan ke Bima
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Pulang Kampung Dengan Jalan Kaki dari Tangerang Selatan ke Bima

Selasa, 12 Mei 2020

Sarjan, mahasiswa asal Parado pejalan kaki dari Ciputat ke Bima.
BIMA - Seorang mahasiswa asal Desa Rato Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Sarjan beranikan diri pulang kampung dari Tangerang Selatan tepatnya di Ciputat ke Bima dengan berjalan kaki seorang diri.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif HIdayatullah Jakarta ini, kini sampai di Lombok Nusa Tenggara Barat. Sarjan mengaku, memulai perjalanannya sejak Minggu, 26 April 2020. Ia target sampai ke Bima sebelum lebaran.

"Kalau target saya 2-3 hari sebelum lebaran kalau memang melenceng paling lama seminggu setelah lebaran," ujar Sarjan saat dihubungi indikatorbima.com, Selasa 12 Mei 2020.

Diketahui saat ini sementara transportasi darat, laut dan udara khusus penumpang memang dibatasi pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik.

Namun, keinginan mahasiswa ini untuk pulang kampung tampak tak terbendung hingga ia beranikan diri pulang kampung dengan jalan kaki.

Sarjan mengatakan, ia pulang kampung karena memang sudah empat tahun tidak bertemu keluarga dari perantau di daerah zona merah Covid-19 itu, "Ini momen yang pas," ucapnya.

"Iya, cuman memang saya pertama bosan di kosan karena tidak ada teman, kedua memang lagi pengen jalan-jalan hitungannya sekalian refleksi otak karena sudah dua bulan tidak keluar kosan," lanjut Sarjan menjelaskan.

Disampaikan Sarjan, bahwa diperjalanan, katanya, ia bertemu dengan tiga warga dari Jawa Barat yang juga jalan kaki dari Jakarta. Warga tersebut menurutnya adalah pekerja yang di PHK.

"Kalau dari ciputat saya sendiri, cuman pas dijalan saya lihat tiga orang yang sedang jalan yang kebetulan mereka dari Jakarta juga yang di PHK kalau tidak salah saya lihat mereka di daerah Subang, Jawa Barat dan saya jalan bareng mereka bertiga tadi," katanya. 

Sementara itu, saat menyeberang Sarjan ikut menumpang di truk barang, karena disetiap penyeberangan, katanya tidak diperbolehkan untuk penumpang.

"Kemaren saya menumpang truk pengangkut logistik dikarenakan penumpang dan kendaraan pribadi tidak diperbolehkan menyeberang," jelasnya. (Subhan/IB).

Video Sarjan saat dalam perjalanan: