IAI Muhammadiyah Bima Tambah Doktor Baru
Cari Berita

Advertisement

IAI Muhammadiyah Bima Tambah Doktor Baru

Senin, 18 Mei 2020

FOTO : Dr. Ihlas, M.Pd pada saat sidang Online Promosi Doktor bersama Penguji

IndikatorBima.com-Ditengah pandemi Covid-19, Dosen IAI Muhammadiyah Bima Ihlas Hasan berhasil mempertahankan Judul Disertasinya "Transformasi Budaya Pacuan Kuda Untuk Pengembangan Karakter Anak Usia Dini" yang dilaksanakan dengan online. Selasa, (19/05/2020).

Sebelum sampai pada ujian promosi ini, ia telah melewati tahapan ujian kualifikasi, proposal, kelayakan, tertutup dan publis jurnal internasional.

Ihlas, melaksanakan  ujian Promosi Doktor pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada Senin, 18/05/2020, dan berhasil mempertahankan hasil risetnya, dihadapan promotor dan dewan penguji yang terdiri dari Dr. Komarudin, M.Si, Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd, Penguji Prof. Dr. Tri Ratna Murti, M.Psi, Prof.Dr. Mastini Jamaris, M.Sc.,Ed, Promotor, Prof. Dr. Yufiarti, M.PSi, Co-Promotor Dr. Edwita,M.Pd.

Dr. Ihlas meneliti, bidang ilmu Paud terkait dengan masalah pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh adanya fenomena anak usia dini yang mengalami kecanduan gadget seperti; game online, smartphone, leptop dan produk teknologi sejenisnya. Padahal beberapa hasil penelitian menemukan bahwa, anak-anak yang terpapar flash screen terlalu lama lebih dari 15 menit berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak.

Misalnya gangguan penglihatan, gangguan saraf otak dan menyebabkan penyakit fisik lain disebabkan anak tidak banyak bergerak. Untuk itu perlu digali kembali permainan tradisional sebagai sarana stimulasi perkembangan anak. Salah satunya adalah budaya pacuan kuda.

Ihlas berhasil menemukan korelasi positif dan signifikan antara  pengembangan fisik motorik halus dan kasar anak melalui kearifan lokal budaya pacuan kuda. Temuannya menjelaskan, kearifan lokal budaya pacuan kuda mendukung perkembangan fisik motorik anak usia dini, pada apek motorik kasar seperti kemampuan menendang, lompat, duduk, berdiri, berjalan berlari, dan naik-turun kuda.

Sementara aspek motorik halus seperti kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Selain itu melalui pacuan kuda untuk terbentuknya sensory integrasi seperti; persendian, sensori penglihatan (visual), pendengaran (audiotory), keseimbangan (balance), perasa(gustatory) perabaan (tactile), dan persendian (proprioceptive).

Sementara itu, temuan penting penelitiannya bahwa melalui budaya pacuan kuda dapat membantu terbentuknya karakter anak usia duni, seperti; karakter religius, karakter bersahabat, cinta lingkungan, sportif, mandiri dan kerja keras dan disiplin. Karena budaya pacuan kuda mulai dari awal belajar sampai menjadi joki cilik memerlukan kerja keras dan disiplin.

Ihlas menyampaikan ucapan terimakasih pada UNJ, Rektor, Promotor, Ko-Promotr, penguji, pimpian IAI Muhammadiyah Bima, PDM Kota dan Kab. Bima, rekan-rekan dosen, teman-teman, dan dukungan keluarga selama studi.

Pewarta : Taufiqurrahman
Editor.    : El