Ini Gagasan Pemdes Sarae Ruma Bangun Wisata Pantai Sarae Tolo dan Tanjung Langgudu
Cari Berita

Advertisement

Ini Gagasan Pemdes Sarae Ruma Bangun Wisata Pantai Sarae Tolo dan Tanjung Langgudu

Senin, 06 April 2020

Sejumlah Wisatawan yang berkunjung di bukit Tanjung Langgudu
Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam setiap kebijakan maupun rencana pembangunan yang akan dilaksanakan, pemerintah menerapkan pembagunan berkelanjutan, termasuk pariwisata.

Pembangunan pariwisata tentunya harus tanggap terhadap minat wisatawan dan keterlibatan langsung dari masyarakat setempat dengan tetap menekankan upaya perlindungan dan pengelolaannya yang berorientasi jangka panjang.

Desa Sarae Ruma, diketahui memiliki potensi wisata pantai yang tak kalah menarik dari wisata pantai yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Wisata pantai 'Sarae Tolo' Desa Sarae Ruma tampak indah menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata.
Tak hanya itu, Desa Sarae Ruma juga memiliki Tanjung yang dikelilingi oleh laut yaitu Tanjung Langgudu. Di bukit Tanjung Langgudu pecinta wisata dapat menikmati dan menyambut matahari terbit (Sunrise) yang tak kalah indah ditempat wisata lain. Bahkan di bukit itu memiliki spot foto dengan sudut pandang yang cukup menarik.
Sebab itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Sarae Ruma Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima telah menyusun rencana dan konsep pembangunan wisata dengan memanfaatkan potensi desa tersebut.

"Kami berencana untuk membangun sarana prasarana penunjang untuk tahap awal seperti gazebo, penerangan, taman dan jalan," ungkap Mansyur Sekretaris Desa Sarae Ruma, Minggu 5 April 2020.

Diketahui, saat ini pengunjung mulai ramai berwisata di pantai Sarae Tolo dan puncak Tanjung Langgudu, oleh sebab itu Pemerintah Desa, katanya, perlu memperhatikan hal-hal dasar yang menjadi kebutuhan pokok wisatawan.

"Kami juga berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan jalan lintas Nanga Pria-Sarae Ruma, karena jalan itu adalah pintu utama agar pantai-pantai yang indah ini bisa di kenal oleh dunia," tuturnya.

Bahkan, Mansyur juga berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Bima bahkan pemerintah provinsi NTB untuk dapat membantu mempromosikan potensi wisata tersebut.

Tanjung Langgudu, dahulunya adalah tempat sebagai kegiatan berbagai adat budaya masyarakat setempat, "Disini kita kaya adat dan budaya yang juga tidak kalah menarik dengan adat dan budaya di tempat lain harapan kami budaya itu kita jaga dan lestarikan," pungkasnya. (Han/indikatorbima.com).