Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah
Cari Berita

Advertisement

Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah

Kamis, 30 April 2020

Foto :'Penulis

Golden periode adalah periode lima tahun pertama kehidupan anak sering disebut sebagai window opportunity, atau critical periode. Golden periode merupakan masa pertumbuhan keemasan anak yang terjadi satu kali dalam kehidupan manusia. Pada masa ini otak anak berkembang sangat pesat, dimana sebagian besar jaringan sel-sel otak berfungsi sebagai pengendali setiap aktivitas dan kualitas manusia. Anak-anak merespon dan cepat belajar hal-hal baru dengan mengeksplorasi lingkungan. Periode ini merupakan periode kondusif dalam menumbuh kembangkan berbagai macam kemampuan, kecerdasan, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional dan spiritual.


Rentang usia dini juga sangat menentukan dalam pembentukan karakter baik sikap, perilaku, dan kepribadian seorang anak di masa depan. Pada masa ini stimulasi sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi organ tubuh, sekaligus juga memberi rangsangan terhadap perkembangan otak. Stimulasi merupakan proses pemberian rangsangan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak terutama dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Realitanya banyak orang tua yang tidak memahami tentang pentingnya stimulasi dini pada perkembangan anak usia prasekolah. Selain itu orang tua tidak menyadari bahwa pola asuh yang diterapkan kepada anak setiap harinya dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya. Ironisnya banyak orang tua sengaja memberikan dan membiarkan anak-anak mereka bermain gadget di usia yang seharusnya belum layak menggunakan gadget dengan alasan agar anak duduk tenang dan tidak rewel.

Anak usia dibawah 10 tahun di Bima sebanyak 60% anak sudah mulai menggunakan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan ipod, dimana mayoritas anak usia 4 tahun lebih suka menggunakan tablet atau smartphone setiap harinya. Meningkatnya jumlah pengunaan gadget akan meningkatkan angka kecanduan gadget. Kecanduan gadget akan meningkatkan prevalensi resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas karena kecanduan gadget mempengaruhi pelepasan hormon dopamin yang berlebihan sehingga menyebabkan penurunan kematangan Pre Frontal Cortex (PFC). 

Gadget memiliki banyak manfaat apalagi digunakan dengan cara yang benar dan semestinya diperbolehkan orang tua mengenalkan gadget pada anak usia dini memang perlu tetapi harus diingat terdapat dampak positif dan dampak negatif pada gadget. Dampak positif penggunaan gadget yaitu:

1. Berkembangnya imajinasi (melihat gambar kemudian menggambarnya sesuai imajinasinya yang melatih daya pikir tanpa dibatasi oleh kenyataan).
2. Melatih kecerdasan, (dalam hal ini anak dapat terbiasa dengan tulisan, angka, gambar yang membantu melatih proses belajar).
3.Meningkatkan rasa percaya diri. (saat anak memenangkan suatu permainan
akan termotovasi untuk menyelesaikan permainan).
4.Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan pemecahan masalah. (dalam hal ini anak akan timbul sifat dasar rasa ingin tahu akan suatu hal yang membuat anak akan muncul kesadaran kebutuhan belajar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa).
Kemudian beberapa dampak negatif dari gadget adalah:

1. Penurunan konsentrasi saat belajar (pada saat belajar anak menjadi tidak fokus dan hanya teringat dengan gadget, misalnya anak teringat dengan permainan gadget seolah-olah dia seperti tokoh dalam game tersebut).
2.Malas menulis dan membaca, (hal ini diakibatkan dari penggunaan gadget misalnya pada saat anak membuka vidio di aplikasi Youtube anak cendeung melihat gambarnya saja tanpa harus menulis apa yang mereka cari).
3. Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi, (misalnya anak kurang bermain dengan teman dilingkungan sekitarnya, tidak memperdulikan keadaan disekelilingnya.)
4.  Kecanduan, (anak akan sulit dan akan ketergantungan dengan gadget karena sudah menajadi suatu hal yang menjadi kebutuhan untuknya).
5.Dapat menimbulkan gangguan kesehatan, (jelas dapat menimbulkan ganggunan kesehatan karena paparan radisasi yang ada pada gadget, dan juga dapat merusak kesehatan mata anak).
6. Perkembangan kognitif anak usia dini terhambat, (kognitif atau pemikiran proses psikologis yang berkaitan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya akan terhambat).
7. Menghambat kemampuan berbahasa, (anak yang terbiasa menggunakan gadget akan cendrung diam, sering menirukan bahasa yang didengar, menutup diri dan enggan berkomunikasi dengan teman atau lingkungannya).
8.Dapat mempengaruhi perilaku anak usia dini, (seperti contoh anak bermain game yang memiliki unsur kekerasan yang akan mempengaruhi pola perilaku dan karakter yang dapat menimbulkan tindak kekerasan terhadap teman).

Gadget merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk memudahkan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari, namun terdapat beberapa manfaat dan kerugian yang di timbulkan oleh gadget itu sendiri memang tergantung dari pemanfaatan gadget, apakah itu bertujuan untuk hal yang bermanfaat atau hal yang tidak berguna. Namun unuk anak-anak yang menggunakan gadget banyak ditemukan dampak negatifnya dari pada dampak positifnya, dan hal itu tergantung bagaimana orang tua mendidik dan mengawasi anak pada saat menggunakan gadget.

Keluarga disarankan untuk lebih memperhatikan penggunaan gadget pada anak saat dirumah dengan cara memberikan batasan waktu untuk bermain gadget pada anak, mengalihkan perhatian anak dengan dengan melakukan hal yang menarik seperti mengajak bermain anak bermain diluar rumah, ajak anak untuk lebih banyak beraktivitas dan bersosialisasi dengan teman sebayanya serta menerapkan permainan Tradisional pada anak. Tindakan promotif dan preventif yang lebih baik untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak usia prasekolah dan mencegah terjadinya resiko. Selain itu kita juga harus memperhatikan faktor-faktor lain yang pemerintah daerah pun harus memiliki respon yang baik untuk mendukung gerakan atau tindakan akademis yang sangat peduli terhadap anak penerus bangsa.

1.Kami tekankan pada  Orang tua harus lebih berhati – hati dalam mengawasi dan memonitoring kegiatan anaknya dalam penggunaan gadget untuk meminimalisir sisi negatif dari penggunaan gadget.
2.Penggunaan gadget sebaiknya tidak diberikan pada anak dibawah usia 10 tahun, karena saat usia tersebut anak lebih baik diarahkan dalam kegiatan yang memiliki aktivitas dilingkungan agar mudah untuk bersosialisasi.
3. Guru harus berperan aktif dalam memberitahukan orang tua terhadap perkembangan anak agar bisa saling menjaga anak untuk tidak mengarah dari sisi negatif penggunaan gadget.

Penulis : Nursyahrurahmah, M.Psi