Umat Islam Tanpa Perisai
Cari Berita

Advertisement

Umat Islam Tanpa Perisai

Kamis, 02 Januari 2020

Oleh: Asriani, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram

Sebagaimana diketahui lebih dari satu juta Muslim Uyghur diduga ditahan secara sewenang-wenang di camp-camp penahanan barat china. Yang dimana muslim Uyghur dipaksa mempelajari propaganda komunis dan meninggalkan pilar-pilar fundamental Islam dari hal yang paling sederhana seperti mengenakan jilbab, menumbuhkan janggut dan membaca Al-Qur'an. Berbagai penyiksaan yang dilakukan oleh Komunis China mulai dari kepalanya ditutup, dibelenggu lengan dan kakinya, dipaksa berdiri dalam posisi tetap selama 12 jam ketika pertama kali ditahan. Kemudian mengahadapi berbagai hukuman mulai dari pelecehan verbal, hingga pengurangan jatah makanan, bahkan sampai ada yang bunuh diri karena mereka tidak tahan menanggung penganiayaan yang dilakukan oleh komunis China. Perlakuan Komunis China terhadap Muslim Uyghur benar-benar sangat tidak manusiawi. (tirto.id )

Hal tersebut membuat kaum Muslim mengalami pertumpahan darah. Berbagai penyiksaan dan pembantaian di Negara mereka sendiri. Ketika kaum muslim dibantai, dipersekusi bahkan dibunuh tetapi apa yang terjadi ? Dunia Islam malah bungkam melihat kekejaman yang terjadi di negara kaum muslim yaitu penyiksaan China terhadap Muslim Uyghur, juga derita Muslim Rohingya dan Palestina. Kemanakah Negara yang mayoritas kaum Muslim? Indonesia adalah penduduk mayoritas kaum muslim, tetapi bungkam terhadap penderitaan kaum muslim diseluruh dunia. Lalu dimanakah peran PBB terhadap perdamaian bagi seluruh Negara dan menjunjung tinggi terhadap HAM? Jawabannya adalah PBB atau Amerika Serikat tidak berpihak terhadap kaum Muslim di dunia, buktinya mereka hanya mengecam komunis China tetapi tidak berpihak terhadap kaum muslim di dunia dan tidak mengambil tindakan untuk menyelamatkan kaum muslim itu sendiri. Alasannya adalah mereka akan berpihak ketika itu memiliki kepentingan bagi mereka (asas manfaat) bahkan yang kita lihat adalah permasalahan kaum muslim ibaratnya mereka melempar batu sembunyi tangan, mereka pura-pura tidak tau terhadap permasalahan kaum muslim tetapi sebenarnya mereka dibalik semua itu. Contohnya di Palestina tentu negara Amerika Serikat lah yang membiayai kaum Yahudi laknatullah alaih. Lantas apakah yang mebuat negara mayoritas muslim terbesar di dunia masih tetap bungkam ? Setelah mereka melihat bagaimana saudara seaqidahnya dibantai habis-habisan. Tentu Hal ini tidak terlepas dari investasi China terhadap negara Indonesia . Investasi melalui program OBOR atau BRI (Belt Road Initiative) adalah kartu mati bagi China untuk Indonesia . Inilah sesungguhnya yang membuat negeri Mayoritas muslim terbesar di dunia bungkam terhadap permasalahan Etnis Uyghur tersebut.

Mengenai fakta yang sudah dipaparkan diatas, Ini membuktikan bahwa ketika tidak adanya Perisai umat Islam ibaratnya seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Negara kafir penjajah seenaknya mereka menduduki Negara kaum muslim, melakukan tindakan kekerasan, bahkan mereka mengusir kaum Muslim dari tanah kelahirannya. Contohnya etnis Muslim Rohingnya, kemudian tindakan keji juga yang dilakukan oleh China terhadap kaum Muslim Uyghur.

Sejarah membuktikan penerapan Islam ditengah kehidupan umat manusia khususnya kaum muslim 13 abad lamanya dan 2/3 dunia dikuasai oleh kaum Muslim. Kaum Muslim diri'ayah secara sempurna contohnya saja Khalifah al-mu'tasim Billah mengirim pasukan yang sangat banyak bahkan tak terhitung untuk melindungi satu orang perempuan yang dilecehkan oleh orang kafir yang dimana tersingkap auratnya. Itu adalah tindakan yang dilakukan oleh seorang Khalifah Al-mu'tasim Billah, lalu bagaimana dengan gambaran kaum muslim sekarang ? Perempuan dilecehkan, darahnya ditumpahkan seakan-akan darah kaum muslim tidak ada harganya. Jadi untuk permasalahan umat muslim kita kembali kepada sistem Islam sehingga Islam tidak pernah dikalahkan, dianggap remeh oleh orang-orang kafir penjajah dan kaum muslim diberbagai negara dapat disatukan dan dilindungi oleh seorang Khalifah.