Dewan Pers Sepakati Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
Cari Berita

Advertisement

Dewan Pers Sepakati Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

Sabtu, 11 Januari 2020

Indikatorbima.com - Dewan Pers, mengeluarkan peraturan tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. Ditandatangani Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, di Jakarta, pada 9 Februari 2019 pedoman ini setelah mencermati pemberitaan yang terkait dengan anak di tanah air.

Seringkali anak justru menjadi korban, obyek eksploitasi dan diungkapkan identitasnya seperti wajah, inisial, nama, alamat, dan sekolah secara segaja ataupun tidak sengaja sehingga anak tidak terlindungi secara baik.

Bahasa pemberitaan terkait anak, terkadang menggunakan bahasa yang kasar dan vulgar. Media penyiaran juga kerap menampilkan sosok anak yang disamarkan menggunakan topeng atau diblur wajahnya, namun masih bisa dikenali ciri-cirinya.

Untuk itu, Komunitas pers Indonesia yang terdiri dari wartawan, perusahaan pers dan organisasi pers bersepakat, membuat suatu Pedoman Penulisan Ramah Anak yang akan menjadi panduan dalam melakukan kegiatan jurnalistik.

Wartawan Indonesia menyadari pemberitaan tentang anak harus dikelola secara bijaksana dan tidak eksploitatif tentang suatu peristiwa yang perlu diketahui publik.

Pemberitaan Ramah Anak ini dimaksudkan untuk mendorong komunitas pers menghasilkan berita yang bernuansa positif, berempati dan bertujuan melindungi hak, harkat dan martabat anak, anak yang terlibat persoalan hukum ataupun tidak, baik anak sebagai pelaku, saksi atau korban.

Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang disepakati menggunakan batasan seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, baik masih hidup maupun meninggal dunia, menikah atau belum menikah.

Identitas anak yang harus dilindungi adalah semua data dan informasi yang menyangkut anak yang memudahkan orang lain untuk mengetahui anak seperti nama, foto, gambar, nama kakak/adik, orangtua, paman/bibi, kakek/nenek dan tidak memiliki keterangan pendukung seperti alamat rumah, alamat desa, sekolah, perkumpulan/klub yang diikuti, dan benda-benda khusus yang mencirikan sang anak.

Subhan/indikatorbima.com