Derai Air Mata Kaum Muslimin di Penjuru Negeri
Cari Berita

Advertisement

Derai Air Mata Kaum Muslimin di Penjuru Negeri

Kamis, 02 Januari 2020

Oleh: Rahmatul Aini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram

Akhir-akhir ini media sosial penuh dengan postingan #SaveUigur, daerah ini tidak asing lagi ditelinga kita. Ditambah lagi postingan pemain sepak bola Arsenal Mesut Ozil mengunggah postingan terkait Uighur didalam unggahannya di akun instagram "Ia menyinggung masalah Uighur dan bukamnya penguasa Muslim".

Rohinga, Alepo, Mali, Slandia Baru. Dan kini ditambah dengan Uighur salah satu deretan kaum Muslim minoritas yang tertindas. Siapa sangka kini suku minoritas ini mendapatkan diskriminasi, kecaman, dibunuh dibantai.
Mereka dilarang berpuasa, berjilbab, berjenggot, dan dimasuki di kamp-kamp kosentrasi mereka dicuci otaknya di masuki doktrin-doktrin paham Komunis, (CNN.INDONESIA.com).

Namun aneh nya ketika fakta berbicara justru penguasa membisu seribu bahasa, Indonesia misalnya yang menjadi Muslim terbesar didunia yang dipimpin oleh penguasa Muslim tak terlihat geliat mereka angkat bicara, atau hanya sekedar memprotes bahkan mengutuk keras tindakan China, justru para rakyat turun memprotes Duta besar China untuk memberikan kebebasan beragama di Xianjiang, (CNN.INDONESIA.com).

Kini sadar atau tidak yang selalu menjadi korban adalah kaum Muslimin, dulu kita mendengar khotib Jum'at berdoa untuk keselamatan saudara kita di "Palestina" namun seiring berjalanan waktu bertambah deretan doa yang di ucapkan oleh khotib Jum'at, keselamatan atas Palestina, Afghanistan, Kashmir, Iraq, Yaman, Suriah, Uighur dan lain-lain.

Ia, kaum Muslimin sekarang seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tak tau dimana harus berlindung, terlunta-lunta, mencari suaka dimana-mana hanya demi bertahan hidup. Tak jelas arah mereka berlabuh dikapal yang terpenting mereka selamat dari cengkraman para musuhnya.

Sekarang sudah saatnya Islam kembali memimpin dunia, menjadikan Sistem Islam sebagai Institusi dan perisi untuk setiap Muslim dan lainnya, tak akan ada darah yang bercucuran lagi, tak akan ada pilu dari sang ibu untuk anaknya, dan tangisan sang anak untuk orang tuanya, semua akan aman damai, karena jelas Islam dahulu telah menguasai dunia 14 abad lamanya. Sejarawan barat yakni Jacques C. Reister mengatakan "selama 500 tahun islam menguasai dunia dengan kekuatan, Ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi".
Maka perisai kaum Muslimin adalah sang Kholifah dan Institusi Khilafah karena Rasulullah SAW bersabda
إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)
Maka dengan adanya Kholifah dan Khilafah Islam akan menjaga, melindungi setiap darah dan nyawa kaum Muslimin.
Wallahua'lam.