Budayawan Bima Tanggapi Status Viral di Media Sosial yang Dianggap Rasis Terhadap Etnis Donggo
Cari Berita

Advertisement

Budayawan Bima Tanggapi Status Viral di Media Sosial yang Dianggap Rasis Terhadap Etnis Donggo

Jumat, 20 Desember 2019

Budayawan Bima, Alan Malingi (dok. pribadi @Alan Malingi)
Indikatorbima.com - Salah satu akun media sosial Facebook belum lama ini menulis "Donggo Binatang" bahkan akun tersebut menulis "peso wekim 100 meter rauu, ain toip denim lakom donggo". Status ini pun dianggap rasis oleh netizen, bahkan salah satu akun Facebook @Dhoni Iskandar  Donggo idealis mengancam jika tidak ditanggapi serius oleh penegak hukum, hukum rimbapun akan diberlakukan.

Budayawan Bima yang biasa disapa Alan Malingi menanggapi, ia mengatakan, dalam bermedia sosial harus bijak menulis status sehingga tidak menimbulkan multitafsir dan tidak menyinggung perasaan orang-orang tertentu.

"Apalagi kita menyingung hal-hal yang bersifat SARA dan itu sangat riskan," ujarnya, Jum'at (20/12/19) saat diminta keterangan oleh media indikatorbima.com

Menurut Alan, kata Donggo dalam bahasa Bima mengandung makna denotasi maupun konotasi. Donggo dalam bahasa Bima lama berarti dataran tinggi atau tanah yang tinggi yang meliputi Donggo Ele di tengggara teluk Bima dan Donggo Ipa di sebelah barat teluk Bima.

Sedangkan secara konotasi berarti "keras pendirian dan konsisten", bahkan kata donggo terabadikan dalam senandung "Kande" yang disenandungkan dalam rangka penobatan putra mahkota maupun raja Bima yang berisi tentang nasehat kepada putra mahkota maupun raja, yang berbunyi, "Kidi pu di Donggo ma dese, Doro na ma na'e, Sera na ma kalau, Ntanda Kasama, Dou Sa dana Mbojo," yang berarti, "berdiri lah pada Donggo yang tinggi, Gunung yang besar, Padangnya nan luas, Memandang sama rakyat seluruh Bima (Mbojo)".

Alan juga mengungkap, Donggo, pada perkembangannya menjadi daerah yang memiliki banyak potensi terutama potensi-potensi warisan budaya masa lalu yang masih ada hingga saat ini, disamping itu potensi alam yang memang cukup banyak.

"Sehingga menjadikan Donggo menjadi begitu penting bagi daerah Bima dan sekitarnya," ungkap Alan Malingi melalui pesan suara WhatsApp.

Subhan/indikatorbima.com