Selayang Pandang Kurujanga "Wilayah Ncuhi Doro Kalendo" (Bagian 3)
Cari Berita

Advertisement

Selayang Pandang Kurujanga "Wilayah Ncuhi Doro Kalendo" (Bagian 3)

Selasa, 06 Agustus 2019

Penulis: Drs. H. Ruslan H. Idris
So Ngupa Kai Ngaha

Wilayah Ncuhi Kalendo, berdasarkan wilayah garapan atau So Ngupa Kai Ngaha, yaitu:
So Doro Pana dari Nggaro Manti, Wadu Kapa, Mada Oi La Kabi Butu Nawa, Leke, Toro Nuntu, Nadu, dan Oi Ongge, sedangkan bagian seberang: Soro Bali Mua, Karampi, Nanga Niu hingga Nisa Sobu Langgudu.

Wadu Nteli Moti

Sebagai tempat pencaharian ikan, dibagilah tanah lumpur pesisir laut (kengge awa ropa) dari Nanga La Due sampai di Nanga No, untuk dibuat petak-petak seperti sawah (Tolo Moti).

Masing-masing keluarga mendapat jatah satu petak yang dibuat dengan menyusun batu-batu sebagai pematang, guna menahan air yang masuk bersama ikan pada saat air laut pasang. Kapan air laut surut maka sebagian ikan akan tertinggal didalam petak. Setelah air surut (koro) barulah panen ikan (pako uta), yaitu: Kili ro ngepe, seperti ikan (uta), udang (Kapanto), Mua (duna), dll.

Mata Pencaharian (Ngupa Ro Dei)

1) Cocok Tanam (Kanggihi ro Kanggama).
Ladang di Doro Pana, ditanami (Nguda ro Congge) berbagai tanaman, seperti padi: Fare iri, fare leke, fare moda; jagung: jago na’e, jago moda, jado leke; gandum : latu mee, latu bura, latu leke; jewawit : witi monca, witi mee, witi leke, barongko; kacang: Bue kiro, bue mee, pejo, kaboe; labu: ponda mbolo/panjang/sayur; wijen: ringa; semangka: kalende; timun: dimu moro nganci, dimu rau, mbolo; terong: kadui tarende, kadui paranggi; kapas: wunta bura, wunta kala.

2) Berternak (Ntadi ro Ntedi).
Ayam: masing-masing rumah dibawah kolongnya dijadikan kandang atau kuru uma janga; kambing: dibuat pelepasannya di doro butu Soro; kuda: dibuat pelepasannya di doro butu Kalendo; kerbau: dilepas di doro So Leke dan Toro Nuntu.

3) Berburu (Fou ro Coco).
Nggalo dengan anjing piaraan; te’e Sarente, memasang perangkap.

4) Nelayan (Ngupa Dei Moti).
Menangkap ikan gunakan panah (fana uta), menyelam siput/keong (simi kasi’i), memasang penampang bambu (Sai), menangkap dengan perangkap anyaman bambu (Katotu), menangkap dengan jaring bertimah (ndala), pemenuhan kebutuhan setahun yaitu dari hasil ladang sekali, setahun, dan lauk pauknya dikerjakan setiap harinya sebagai ngupa, ro ngepe dimoti ro sori. Disamping ikan segar yang didapat setiap hari, kebiasaan membuat mbohi uta, mbohi kasee, mbohi kapenci, mbohi kasi’i.

5) Industri (Medi ro Muna).
Kapas hasil tanaman ladang dijadikan sumber bahan tenunan kain pakaian. Kegiatan ini dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga.

Bersambung.........!

Penulis : Drs. H. Ruslan H. Idris
Editor    : Adi Wahyudin, S.Kom