Selayang Pandang Kurujanga "Kehidupan Moyang di Doro Ese Patua" (Bagian 1)
Cari Berita

Advertisement

Selayang Pandang Kurujanga "Kehidupan Moyang di Doro Ese Patua" (Bagian 1)

Jumat, 02 Agustus 2019

Penulis, Drs. H. Ruslan H. Idris
Pada umumnya moyang kita pada zaman dahulu, hidupnya selalu berpindah-pindah (nomaden) mengandalkan hidupnya bergantung dari alam sekitar.

Kehidupan di Doro Ese Patua, dibuktikan adanya peninggalan batu tempayan besar
(MUJA WADU NA’E) yang masih utuh, didalamnya bekas pahatan ukiran dengan simbol-simbol  layaknya goresan keratan seperti huruf Pallawa. Sekeliling dipelataran bawah Butu Doro Patua berserakan kulit keong siput dan kerang.

Peninggalan itu, memberi petunjuk bahwa di Butu Doro Patua ada kehidupan manusia. Kuat perkiraan, kehidupan tertua moyang kita di wilayah Karumbu ini dahulu di Butu Doro Patua. Kepercayaannya Animisme, Dinamisme dan Hindu.

Kata Patua berasal dari kata “Paa Katua”, atau kata “Paa Tua”, dapat diartikan disitulah tempat tinggal Paa Tua sebagai pemimpin penduduk di Dana Ese Doro Na’e di wilayah Karumbu.

Tempo selanjutnya, rumpun keluarga Paa Tua menyebar hidup ke beberapa tempat sekitar di pegunungan yang rendah dekat dengan laut. Perpindahan moyang kita ke Butu Doro yang rendah dari Patua, seperti :

  • Turun ke Doro Waworada, buktinya disitu ditemukan bekas kehidupan dan ukiran Wadu Uma.
  • Turun dan tinggal di Doro Karumbu, sekarang disebut bekas Hidi Rasa Karumbu.
  • Turun dan tinggal di butu doro Umbu di Rupe, ditemukan kuburan tua disekitarnya.
  • Turun dan tinggal didataran Kalodu.
  • Turun jauh ke bawah dan tinggal didalam Butu Doro Kalendo dekat laut.

Pemukiman di Butu Kalendo diberi nama Rasa Butu Kalendo. Jabatan pemimpin di doro Patua, berubah menjadi Ncuhi. Ncuhi ini terpilih dari kalangan anggota masyarakat Rasa Butu Kalendo secara selektif dan demokratis, dengan persyaratan:
- Berwibawa
- Berilmu tinggi
- Sehat jasmani-rohani (berbadan kekar kuat).

Bersambung.............!

Penulis : Drs. H. Ruslan H. Idris
Editor    : Adi Wahyudin, S. Kom