Anas yang Diduga Penipu Oleh Sekdes Rabakodo Bantah Terima Uang 35 Juta Lebih
Cari Berita

Advertisement

Anas yang Diduga Penipu Oleh Sekdes Rabakodo Bantah Terima Uang 35 Juta Lebih

Sabtu, 13 Juli 2019

Al Azwar Anas, pemuda Kecamatan Bolo yang mengaku distributor yang diduga oleh Syamsudin, Sekretaris Rabakodo melakukan penipuan. (Dok. Pribadi Anas)
Indikatorbima.com - Belum lama ini Al Azwar Anas (26) diduga oleh Sekretaris Rabakodo, Syamsudin melakukan penipuan terhadap dirinya sebagai pemerintah Desa. Bahkan Syamsudin mengancam akan menempuh jalur hukum jika tidak ada respon dari Anas, sebab saat dihubungi bahkan disambangi di kediamannya Anas tidak dapat ditemui.

Menurut Syamsudin, ia telah menyerahkan langsung uang pemerintah Desa Rabakodo dari Anggaran Dana Desa (ADD) lebih dari 35 Juta kepada Anas yang mengaku sebagai distributor mesin tiga roda. Bahkan, saat diserahkan Syamsudin uang tersebut langsung disaksikan Kaur Desa yang ada di Kecamatan Bolo. Mesin tiga roda ini merupakan kendaraan untuk kebersihan lingkungan Desa Rabakodo.

Dengan hal ini, Anas membatah menerima uang lebih dari 35 Juta tersebut, sebab disampaikan Anas bahwa ia hanya menerima uang Rp. 34.400.000

"Saya menerima uang memang ke pak Syamsudin selaku Sekretaris Desa Rabakodo dengan nominal 34.400.000 ribu rupiah untuk pengadaan unit tiga roda," tutur Anas melalui pesan suara WhatsApp kepada indikatorbima.com, Jum'at, (14/07/19).

Uang untuk pengadaan mesin tiga roda yang diterima Anas ini pun, kata Anas, sudah dikembalikan kepada Syamsudin pada 1 Juli lalu sebesar 25 Juta sedangkan sisanya Anas kembalikan setelah ia diancam oleh Syamsudin, Sekretaris Desa Rabakodo melalui pemberitaan yang diangkat, Selasa, (09/07/19) lalu.

"Maka dari itu saya kemarin pada tanggal 1 mengembalikan uang terhadap pak Syamsudin sebesar 25 juta dan kemarin saya transfer lagi 9 juta empat ratus, jadi total keseluruhan nya itu adalah 34.400.000, sesuai dengan yang saya ambil di kediaman pak Syamsudin waktu puasa lalu," ungkap Anas.

Dikembalikan uang tersebut, kata Anas, karena adanya kendala kepada dieler yang mendistribusikan unit tiga roda itu, baik di daerah Bima maupun Mataram.

"Maka pengadaan tersebut terhambat kami mencoba melakukan komunikasi di Surabaya tapi juga belum ada kejelasan," tutur Al- Azwar Anas.

Lebih lanjut Anas menegaskan, "dan apa yang diberitakan terkait lebih dari 35 juta yang saya ambil itu saya tidak membenarkan, sekali lagi itu saya tidak membenarkan karena yang saya ambil pada saat itu hanya 34.400.000 itu saja".

Reporter : Nasrullah
Editor      : Subhan