Perjuangkanlah Bukan Ditinggalkan
Cari Berita

Advertisement

Perjuangkanlah Bukan Ditinggalkan

Selasa, 11 Juni 2019

Penulis, Syahrul Ramadhan
Pada dasarnya cinta adalah tempat kepulangan, tidak seharusnya kita mencemo'oh dan apalagi kita mengusirnya. Cinta yang menghadirkan dua rasa yang sama dengan jalan yang berbeda.

Cinta adalah hal alamiah yang hadir dalam diri manusia, tanpa kita membuatnya apalagi kita menyusunya. Terkadang kita selalu mencari pembenaran disetiap langkah. Jika dua rasa sudah dipayungi oleh cinta, tidak seharusnya kita mengklaim yang benar.

Untuk menjaga hubungan tetap terjaga, kita harus merendahkan hati dan saling memahami, itu lebih baik atas semuanya. Tidak perlu lagi menjaga harga diri kita, biar kekasih yang menjaganya.

Tapi itu semua akan hilang ketika kita masih egois dengan rasa yang ada dalam diri kita. Kita semua juga sudah sepakat bahwa yang lalu adalah pelajaran untuk hari esok, esok dan esok sampai kita menua.

Jika yang satunya jatuh, kaulah yang mengangkatnya. Bukan kau ikut terlibat bersama orang lain untuk mencemo'ohnya. Biar bagaimnapun itu kekasihmu. Tempat berkeluh kesasah, tempat kembali dan itu adalah rumahmu dalam kedukaanmu.

Belajarlah merendahkan hati kepada kekasihmu, belajarlah menerima keadaan. Setiap orang tidak ada yang mau hidup sengsara, jika kau sadar akan hal itu, perjuangkanlah bersamanya untuk menata kehidupan yang lebih baik bukan malah meninggalkanya.

Kita juga tahu hidup itu tidak cukup dengan cinta, tapi kehidupan ini lahir atas desakan cinta. Para bajingan sekalipun memiliki cinta yang suci. Para pelacur sekalipun memiliki cinta yang ia jaga.

Kau pergi tanpa beban dan kau datang kembali membawa tuntutan yang sangat banyak. Apa pedulimu ketika kita masih bersama ? Apa bicaramu ketika kita sapakat hidup bersama. Dengan waktu yang sudah habis. Dengan kondisi yang sudah melelahkan kau datang dengan air mata.

Ingat, air mata bukan solusi atas semuanya. Menyerah ketika pergi juga bukan solusi. Hidup bukan untuk membanggakan diri. Hidup bukan mencari pengakuan dari yang lain. Hanya kesederhaan jalan satu satunya yang membina semuanya.

Penulis : Syahrul Ramadhan