Mahasiswa dan Pemuda Langgudu Harap Aspirasinya Disambungkan
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa dan Pemuda Langgudu Harap Aspirasinya Disambungkan

Jumat, 28 Juni 2019

Suasana audiensi Mahasiswa dan Pemuda Langgudu dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Sos berserta Pemerintah di Kecamatan Langgudu, di aula kantor Camat Langgudu, (27/06/19)
Indikatorbima.com - Mahasiswa dan Pemuda Langgudu yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Langgudu (PEMULA) yang melakukan audiensi di Kantor Camat Langgudu bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Sos, Camat Langgudu, Abubakar, SH, dan pihak PUPR Kabupaten Bima serta beberapa jajaran pemerintah Desa di Kecamatan Langgudu, yang dikawal langsung Kapolsek Langgudu, IPDA Rus'an, beharap aspirasi yang disampaikan bisa disambungkan dan dimainkan.

Diketahui, tuntutan Mahasiswa dan Pemuda yang mengatasnamakan PEMULA ini yaitu menuntut pemerintah Kabupaten Bima agar melakukan pengaspalan jalan penghubung antara Monta Dalam dengan Desa yang ada di Langgudu Selatan, dan meminta agar segera lakukan renovasi beberapa sekolah yang tidak layak digunakan di Langgudu.

Selain itu, PEMULA meminta untuk segera menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Ikhsan Desa Rupe bahkan meminta pemerintah untuk mengawal pendistribusian pupuk dan obat-obatan pertanian di Kecamatan Langgudu.

Salah satu peserta audiensi, yang yang diketahui namanya Na'im menyampaikan, bahwa terindikasi ada narasi bohong yang disajikan, sehingga lahirlah keinginan Mahasiswa dan Pemuda Langgudu untuk buka-bukaan soal fakta pembangunan di Lapangan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Sos menyampaikan kepada peserta audiensi beberapa data valid terkait anggaran pembangunan di Kecamatan Langgudu.

Sementara itu, Na'im mengatakan bahwa telah mengambil beberapa sampel terkait fakta-fakta dilapangan, menurutnya, ada banyak peluang yang sengaja dibiarkan dengan narasi eksekutif.

"Apakah seirama kah alokasi yang disampaikan dengan fakta dilapangan, karena ada banyak peluang yang sengaja dibiarkan dengan narasi-narasi eksekutif selama ini, ada banyak contoh," ujar Naim saat berlangsungnya audiensi, Kamis, (27/06/19).

Dalam forum audiensi ini pun, Na'im, aktivis Langgudu yang terkenal dengan jiwa kritisnya ini, meminta tidak ada intimidasi dan penyampaian penekanan, "Mari kita bongkar bersama wilayah selatan Bima ini sudah lama diam dan kami bangun dari tidur panjang itu, dan semoga narasi kami bisa disambungkan," tegasnya.

Lebih lanjut ia katakan, "Bagaimanapun memainkan aspirasi kami, sehingga kami tidak terkesan yang ngak-ngak di Langgudu ini, tapi alhamdulillah hari ini terbuka penyampaian itu, semoga seirama," tutup Na'im.

Reporter : Irfan
Editor      : Subhan Al Karim