Dituding Mirip Hantu dan Makan Gaji Buta, Begini Tanggapan BPD Sangiang
Cari Berita

Advertisement

Dituding Mirip Hantu dan Makan Gaji Buta, Begini Tanggapan BPD Sangiang

Senin, 10 Juni 2019

Foto: Usai berdiskusi, Panitia dan Narasumber ISC melakukan foto bersama.
Indikatorbima.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangiang dituding mirip hantu dan makan gaji buta. Hal itu disampaikan oleh salah satu narasumber pada acara Indikator Sangiang Club, Senin (10/06/19).

Bertajuk "Sepak Terjang BPD Sangiang, Siapa Berani Nyalon", acara diskusi program Indikator Sangiang Club (ISC) yang digagas oleh Komunitas Indikator Bima (KIB) yang dilaksanakan pada hari Minggu 09 Juni 2019 bertempat di pasar Bahari desa Sangiang kemarin, menjadi pelajaran tersendiri bagi BPD Sangiang. Pasalnya salah satu narasumber menduga bahwa, BPD Sangiang mirip hantu dan makan gaji buta.

"Jadi masyarakat itu seakan menganggap sepele BPD Sangiang, ada yang katanya makan gaji butalah. Kalau saya pikir ada dan tidak ada itu hanya hantu," Tutur Amar Ma'ruf salah satu narasumber yang diundang dalam acara tersebut.

Selain Amar Ma'ruf, narasumber yang lain juga mengatakan hal yang senada. Misalnya Iwan, salah satu mahasiswa asal desa Sangiang yang kuliah di makassar mengatakan bahwa, BPD Sangiang sama sekali tidak bekerja, tidak terlihat oleh masyarakat.

"Peran dan fungsi BPD selama ini tidak ada," tegasnya.

Menanggapi hal itu, BPD Sangiang melalui Ketua dan skertaris BPD yang hadir mengklarifikasi sekaligus membantah tudingan itu.

"Jangan sampai adek-adek ini terjerumus dengan ketidaktahuan. Alhamdulillah produk hukum sudah kita selesaikan. Hal yang mustahil masyarakat tidak mengenal masyarakat yang diusung menjadi BPD. Kenapa nggak nongol pada saat musyawarah dusun?," Tegas Moh. Saleh Skertaris BPD Sangiang.

Sementara itu, Ketua BPD Sangiang menanggapi santai tudingan tersebut. Ruslin menjelaskan bahwa pihaknya sudah berusaha menjalankan fungsi BPD Sangiang sebagaimana mestinya.

"Kami selalu memusyawarahkan apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat, hal itu terkait fungsi BPD Sangiang," terangnya.

Dalam acara diskusi yang terbuka untuk umum tersebut. Hadir para narasumber dan beberapa element masyarakat, termasuk calon anggota BPD Sangiang periode selanjutnya. Sebanyak 14 narasumber diberikan kesempatan yang sama untuk berbicara. Baik dari kalangan akademisi maupun pemuda dan mahasiswa.

Setelah bertukar pikiran bahkan berdebat, acara tersebut diakhiri dengan sesi berjabat tangan dan melakukan foto bersama.

Reporter: Irdan
Editor: Ighon