Pemilu di Dompu Diduga Penuh Kecurangan, Bawaslu Didemo Malam-Malam
Cari Berita

Advertisement

Pemilu di Dompu Diduga Penuh Kecurangan, Bawaslu Didemo Malam-Malam

Kamis, 16 Mei 2019

Foto: Suasana aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu Kab. Dompu
Indikatorbima.com - Puluhan anggota Gerakan Pemilu Bermartabat mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Dompu pada hari Rabu, 15 Mei 2019 kemarin. Mereka meminta agar Bawaslu bersikap netral dan segera memproses dugaan kecurangan Pemilu yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Dompu.

"Kami sudah melaksanakan aksi ini sejak 10 hari yang lalu. Hal ini terkait dengan sejumlah persoalan terindikasi katakanlah penyimpangan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Dompu," kata Ilham Yahyu selaku ketua Gerakan Pemilu Bermartabat kepada Indikator Bima News, Rabu (15/05/19) kemarin.

Menurut Ilham, terdapat dua persoalan yang diduga sebagai penyimpangan pelaksanaan pemilu di Kabupaten Dompu, yaitu terkait dugaan penggelembungan suara melalui penambahan Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan munculnya C1 Aspal.

"Pada saat itu sebelum pemilu, oleh KPU menyampaikan kepada pimpinan partai politik itu hanya 751 DPK, setelah pemilu 15.470 DPK. Kami menuntut kepada penyelenggara Pemilu agar transparan, 15.470 DPK itu siapa saja, dan digunakan di mana saja," jelas Ilham.

Selain itu, Ilham juga mengungkapkan, bahwa pihaknya menemukan dugaan kecurangan dalam proses rekapitulasi suara. Pihaknya pun sudah melaporkan dugaan kecurangan tersebut kepada Bawaslu Dompu, namun hingga hari ini belum juga direspon.

"Bawaslu ini setengah hati merespon, kesannya mereka ini mengulur waktu, hingga waktu habis. Kami akan kehabisan waktu untuk melakukan upaya hukum lanjutan jika sudah begini," ungkapnya.

"Kami anggap bahwa Pemilu ini berjalan katakanlah potensi kecurangan yang terencana, terstruktur dan masif," tegasnya.

Ilham menegaskan, bahwa Gerakan Pemilu Bermartabat akan terus mendesak Bawaslu Kabupaten Dompu untuk bersikap netral dan segera memproses laporan dugaan kecurangan dalam pelaksanan Pemilu serentak di Kabupaten Dompu.

Reporter: Nuni
Editor : Furkan