Bening: Predikat Terbaik Ketiga Saat Diwisuda dengan IPK Hampir Sempurna
Cari Berita

Advertisement

Bening: Predikat Terbaik Ketiga Saat Diwisuda dengan IPK Hampir Sempurna

Ginanjar Gie
Rabu, 01 Mei 2019

Foto: Bening bersama kedua orang tuanya
Indikatorbima.com - Upacara pengukuhan 1270 wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Malang periode II tahun 2019 program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana pada tanggal 27 April 2019 kemarin, menjadi momentum yang membanggakan bagi masyarakat Bima. Pasalnya, mahasiswi asal Bima mampu menjadi wisudawati terbaik tingkat Universitas, Rabu (01/05/19).

Wahyu Bening (21), mahasiswi asal Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima yang mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum menjadi wisudawati terbaik ketiga tingkat Universitas Muhamadiyah Malang  (UMM) dengan IPK yang hampir sempurna, yakni 3,98.

"Bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mempersembahkan hadiah kecil ini kepada kedua orang tua saya. Berkat dukungan dan doa dari kedua beliau saya mampu menyelesaikan study tepat waktu," ungkap Bening kepada Indikator Bima saat ditanyai bagaimana perasaannya menjadi lulusan terbaik ketiga se-Universitas.

Bening merupakan gadis kelahiran Soro, 11 November 1997. Dia merupakan puteri pertama dari 3 bersaudara. Puteri dari pasangan Bapak Abdul Rafik, S.Sos., M.M. dengan Ibu Faitun. Bening merupakan alumni dari TK Sinar Mutiara, SDN 2 Malaju, SMPN 1 Sape, dan SMAN 1 Sape.

Selama aktif menjadi mahasiswi, Bening aktif di organisasi intra dan ekstrakampus. Di intrakampus, dia masuk ke BEMFA, LSO PUKASH, JW, Komunitas Riset dan Debat Fakultas Hukum UMM. Bening dan kawan-kawannya pernah mengikuti lomba debat Tingkat Nasional (sampai semifinal). Untuk di ekstrakampus, Bening tergabung dalam HMI, SPJ Malang, dan KKLM.

Bening sadar atas kesuksesannya selama kuliah di Malang, dia selalu berpesan kepada dirinya untuk belajar sungguh-sungguh.

"Laksanakan amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh orang tua kepada kita untuk belajar di Malang dengan sungguh," tuturnya.

"Main boleh, ikut organisasi pun sangat dianjurkan. Tapi ingat tujuan utama kita ke sini untuk belajar. Kebaikan dan ketulusan kedua orang tua saya tidak dapat saya nilai dengan apa pun. Mereka itu pahlawan, bahkan malaikat buat saya. Karena ketulusan merekalah yang mengantarkan saya bisa sampai pada posisi saat ini, tambahnya.

Bening berhasil menyelesaikan study dalam kurun waktu 3 tahun 7 bulan. Judul skripsinya ialah, "Penguasaan Tanah Bekas Hak Barat sebagai Aset Barang Milik Daerah oleh Pemerintah Kota Batu dalam Perspektif Kepastian Hukum."

Harapan Bening ke depannya, dia ingin melanjutkan study di Magister Kenotariatan di PTN yang diinginkannya.

"Lagi nyari-nyari beasiswa, hehe. Biar nggak ngebebanin orang tua terus," ujarnya.

Selanjutnya, dia ingin mengabdikan diri di fakultasnya sebagai Instruktur Laboraturium.

"Kedua saya ingin mengabdi di fakultas tercinta menjadi Instruktur Laboratorium Fakultas Hukum beberapa semester sambil kuliah," tambahnya.

Kemudian ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan cita-citanya, sehingga dia mampu membahagiakan kedua orang tuanya.

"Semoga Allah selalu meridhai setiap langkah saya dalam menuntut ilmu," harapnya.

Bening selalu kuat memegang hadist, "Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga." (HR. Tirmidzi)

"Dan saya yakin apa pun yang dilakukan dengan niat untuk beribadah di jalan Allah pasti dimudahkan," tutupnya.

Reporter : Taufiq
Editor      : Nuni