Puskesmas Desa Pai Tanpa Masa Depan yang Jelas
Cari Berita

Advertisement

Puskesmas Desa Pai Tanpa Masa Depan yang Jelas

Ginanjar Gie
Rabu, 24 April 2019

Foto : Puskesmas Pai
Selama beberapa tahun terakhir, puskesmas tidak punya kontribusi yang jelas terhadap masyarakat Pai.  Bagaimana tidak, puskesmas yang seharusnya menjadi pusat kesehatan masyarakat, kini hanya menjadi fasilitas untuk menampung masyarakat yang sakit sebelum dirujuk ke RSUD.

Selama Pak Ahmadin, S.KM menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pai, Puskesmas Pai tidak ada perubahan dan tidak ada pelayanan, selain perombakan bangunan yang diadakan serentak oleh proyek yang turun langsung dari pusat.

Akreditasi yang diharapkan tak kunjung di-ACC, jangankan untuk mendapat akreditasi madya, akreditasi dasar pun belum bisa didapatkan, karena uji kelayakan fasilitas dan juga tenaga kerja tidak memadai. Puskesmas Pai hanya dihuni oleh beberapa perawat dan bidan, sementara dokter tidak ada. Dokter yang dulu dilepas begitu saja oleh Kepala Puskesmas Pai, tanpa memperjuangkan dan juga mencari pengganti dokter tersebut.

Alhasil, terciptalah Puskesmas Pai tanpa pelayanan yang jelas, dokter tidak ada, fasilitas tidak memadai, dan tenaga kerja yang hanya lulusan perawat. Memang perawat adalah tenaga medis yang bisa diandalkan, namun keilmuannya tidak sebanding dengan kehadiran seorang dokter. Maka dari itu, kami meminta Pak Ahmadin, SKM, sebagai Kepala Puskesmas Pai untuk segera meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk menghadirkan dokter dan atau pindah ke wilayah yang lain jika tidak mampu memimpin birokrasinya sebagai tempat pelayanan masyarakat yang layak. Mengingat selama ini kehadiran bapak memimpin Puskesmas Pai tidak pernah membawa perubahan terhadap kemajuan Desa Pai dalam sektor kesehatan dan pelayanan masyarakat. Maka, kami harap cepat pindah dan hadirkan dokter untuk Pai.

Info Penting! Jika uji kelayakan sarana dan prasarana tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan akreditasi madya, atau paling bawahnya akreditasi dasar, maka Puskesmas Pai akan ditiadakan. Pertama ialah, kerjasama Puskesmas dengan BPJS yang masyarakat kenal dengan pembayaran menggunakan kartu Indonesia Sehat (KIS) dan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan di berhentikan atau terputus, dalam kata lain kartu tersebut tidak lagi berguna untuk di gunakan di Puskesmas Pai. Sangat di sayangkan Bangunan megah tersebut hanya akan menjadi postu atau poskedes. Sementara pusat rujukan masyarakat Pai akan kembali ke puskesmas inti, yaitu yang berada di ibu kota kecamatan (Tawali) yakni Puskesmas Wera.

Penulis: Gie
Editor  :  Nuni