Nikmatnya Kopi Hitam Bersama Evi Apita Maya
Cari Berita

Advertisement

Nikmatnya Kopi Hitam Bersama Evi Apita Maya

Selasa, 09 April 2019

Foto: Suasana Ngopi Bareng Evi Apita Maya
Indikatorbima.com - Bangsa yang baik adalah yang selalu tahu leluhur, sejarah, dan budaya. Ibu Evi dalam obrolan bareng milenial berharap, agar kita tidak boleh apolitis, apalagi kaum milenial atau pemuda adalah tulang punggung bangsa, Senin (08/04/2019).

Saudara Ibrahim menyatakan, dari semua kandidat DPD RI, masih ada calon yang melestarikan politik gagasan. Di mana proses politik memang harus ditempatkan pada politik ide dan gagasan, agar melahirkan pemimpin yang mengerti kebutuhan rakyat, sehingga sesuai dengan cita-cita kebangsaan.

"Dari semua kandidat DPD RI, masih ada calon yang melestarikan politik gagasan. Di mana proses politik memang harus ditempatkan pada politik ide dan gagasan, agar melahirkan pemimpin yang mengerti kebutuhan rakyat, sehingga sesuai dengan cita-cita kebangsaan," ungkap Ibrahim.

Ibu Evi menyatakan, dengan limpahan SDA, maka SDM kita harus ditingkatkan. Serta fasilitas penunjang untuk percepatan pembangunan daerah harus sesuai.

"Dengan limpahan SDA, maka SDM kita harus ditingkatkan. Serta fasilitas penunjang untuk percepatan pembangunan daerah harus sesuai. Maka dari itu saya mengajak kepada kita bagaimana bahu membahu untuk membangun bangsa," ujar Ibu Evi.

Di samping itu, Ibu Evi siap menjadi wakil rakyat untuk mengusulkan Undang-Undang yang berpihak pada kepentingan rakyat sesuai dengan potensi yang dimiliki Indonesia.

Susi Nurharia menyatakan, perempuan masih dipandang sebelah mata. Maka Susi berharap, bagaimana perempuan diperhatikan terkhusus yang ada di Pulau Sumbawa dan umumnya di NTB. Apalagi banyak kekerasan terhadap perempuan. Maka, dalam obrolan malam tersebut, Ibu Evi menyatakan, memang perempuan sudah harus bangkit tentunya kebangkitan perempuan bukan justru melakukan kekerasan terhadap laki-laki, tentunya bagaimana menjadi perempuan yang mampu mendorong rumah tangga yang sakinah, mawadah wa rahmah, dengan jalan musyawarah. Tentu tidak lupa dengan kodratnya. Apalagi perempuan adalah tiangnya sebuah negara.

"Memang perempuan sudah harus bangkit tentunya kebangkitan perempuan bukan justru melakukan kekerasan terhadap laki-laki, tentunya bagaimana menjadi perempuan yang mampu mendorong rumah tangga yang sakinah, mawadah wa rahmah, dengan jalan musyawarah. Tentu tidak lupa dengan kodratnya. Apalagi perempuan adalah tiangnya sebuah negara," tutup Ibu Evi.

Reporter : Furkan
Editor      : Nuni