Meneladani Spirit Perjuangan Rasulullah.
Cari Berita

Advertisement

Meneladani Spirit Perjuangan Rasulullah.

Ginanjar Gie
Rabu, 20 Maret 2019

Foto : ilustrasi tulisan
Jika kita mendengar kata spirit tentu didalamnya terdapat makna untuk melakukan semangat perjuangan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Dan spirit yang patut kita teladani adalah spirit perjuangan dari Rasulullah dan para Sahabat,seperti yang di katakan oleh *Syaikh Taqyuddin An-Nabhani* dalam kitab Nizomul Islam bahwasanya kebangkitan umat itu terletak pada pemikirannya.Rasulullah menanamkan pemikiran Islam(Aqidah Islam) kedalam diri para Sahabat sehingga mereka mempunyai spirit perjuangan yang tidak ada duanya.

Spirit yang di lakukan oleh Rasul dan para Sahabat bertujuan untuk melakukan perubahan agar Islam bisa di terima oleh masyarakat Jahiliyah pada saat itu. Berbeda halnya pada saat ini Islam hanya di kenal sebagai Agama yang membahas tentang spirit perjuangan, Ahlak dan simbol dalam Agama. Bahkan mereka menjadikan Agama sebagai ajang untuk mendulang ketenaran lebih-lebih pada saat kampanye.

Seperti halnya pernyataan YM yang mengatakan bahwa Rezim saat ini memiliki spirit kenabian yang layak di tiru, dia juga mengajak masyarakat meneladani kebaikan pemimpin, tanpa terkecuali Rezim saat ini.
http://Liputan6.com/nafiez

Pada kenyataanya jika kita melihat kepimimpinan Rezim saat ini yang lebih berpihak pada Asing dari pada rakyatnya dan lebih banyak menzolimi rakyat kecil.
Lantas apakah ini spirit kenabian yang di makskud? Tentu saja tidak !.lahirnya pemimpin seperti ini tidak terlepas dari adanya sistem Demokrasi Sekuler yang di terapkan di negara kaum muslim saat ini.

Berbeda halnya dengan Islam.
Islam adalah Agama sekaligus Ideologi yang bersumber dari Allah.ketika syariah Islam di terapkan dalam sebuah institusi maka akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam dan akan melahirkan pemimpin yang amanah dalam menjalani kepemimpinannya.
Untuk itu sudah saatnya kita kembali meneladani spirit Rasulullah dalam menerapkan Syariah Islam di berbagai lini kehidupan.
Wallahu'alamubissawab..

Penulis : nani (jurusan PBA universitas muhammadyah mataram)