Rabies Menyerang, 5 Warga Dompu Meninggal Dunia
Cari Berita

Advertisement

Rabies Menyerang, 5 Warga Dompu Meninggal Dunia

Jumat, 08 Februari 2019

Foto: Ilustrasi (Sumber: Causn.org)
Indikatorbima.com - Sebelumnya pada tahun 2017, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa daerahnya bebas dari rabies. Namun, kasus itu kembali terjadi pada tahun 2019. Akibat virus rabies tersebut, 5 orang meninggal dunia, Jum'at (08/02/19).

Tercatat sepanjang tahun 2018 hingga Februati 2019 telah terjadi 544 gigitan hewan penular rabies. Korban diketahui digigit anjing sejak tahun 2018.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Zainal Arifin mengatakan bahwa, faktor penyebaran rabies di kabupaten Dompu adalah tradisi masyarakat yang melakukan perladangan berpindah dengan membawa serta anjing penjaga.

Selain itu, Zainal juga menjelaskan bahwa, hampir di semua Kecamatan di Kabupaten Dompu telah terjadi gigitan hewan penular rabies. Pihaknya sedang menargetkan agar hewan liar tidak melintas keluar dari Kabupaten Dompu ke daerah

"Selain vaksinasi dan eliminasi tertarget untuk hewan liar, kami juga mengupayakan agar tidak terjadi lalu lintas hewan penular rabies keluar dari wilayah Dompu ke wilayah lainnya. Karena sampai saat ini, di semua kecamatan di kabupaten Dompu telah dilaporkan terjadi gigitan hewan penular rabies,” tutur Zainal dalam keterangannya yang dikutip dari VIVA, Jumat, 9 Februari 2019.

Sementara itu, dikutip dari VIVA Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Iris Juita Kastianti mengatakan, bahwa dirinya menyesalkan perilaku masyarakat yang tidak langsung melapor ketika mendapat gigitan anjing. Bahkan setelah mendapat penanganan, banyak pasien yang tidak kembali ke puskesmas untuk pemberian vaksin lanjutan.

“Setelah kunjungan ke puskesmas, pasien mendapat kartu kontrol yang tidak bisa ditawar. Pasien harus kembali sesuai dengan tanggal yang ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ditjen PKH bersama dengan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), menggelar pelatihan vaksinasi kepada petugas lapangan kabupaten Dompu, Bima, dan Sumbawa.

Mereka juga sekaligus menyosialisasikan penanganan Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu (Takgit). Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, komunitas pemilik anjing, peladang, dan pemburu yang memiliki anjing juga dikumpulkan pada Jumat, 8 Februari 2019 untuk mendapatkan informasi tentang rabies. Diharapkan hal itu dapat mendukung program vaksinasi guna mencegah rabies.

Reporter: Furkan