HMBD UIN Alauddin Makassar Menggugat
Cari Berita

Advertisement

HMBD UIN Alauddin Makassar Menggugat

Ginanjar Gie
Rabu, 20 Februari 2019

Foto : konsolidasi HMBD
Indikatorbima.com - HMBD (Himpunan Mahasiswa Bima Dompu) UIN Alauddin Makassar menggugat tindakan represif aparatur kepolisian dalam mengawal aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima pada tanggal 15 Februari 2019. Pengurus HMBD menilai, kejadian yang sampai memakan korban anak di bawah umur tersebut merupakan penyalahgunaan tugas dan fungsi aparatur kepolisian, Rabu (20/02/2019).

"Kami menilai kejadian tersebut merupakan penyalahgunaan tugas dan fungsi aparatur kepolisian yang diatur dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam pasal 13. Kemudian diperkuat oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Berpendapat di Muka Umum dan juga diperkuat oleh UU No. 39 Tahun 1999 tentang  Hak Asasi Manusia. Tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut terlalu gegabah dan berlebihan," ujar Ermen selaku Ketua HMBD kepada Indikator Bima.

HMBD meminta klarifikasi terkait adanya tindakan represif pihak kepolisian dengan menggunakan senjata api dan melakukan penembakan terhadap massa aksi. Juga terhadap Kapolres Kabupaten Bima, agar segera mengungkap pelaku dan memberikan sanksi hukum sebagaimana mestinya pada pelaku penembakan brutal oleh pihak kepolisian pada kejadian tersebut.

Melalui gugatan tersebut, Ketua HMBD, atas nama lembaga sangat mengharapkan sikap responsif dari pihak terkait untuk menjawab persoalan tersebut.

"Saya selaku Ketua Umum atas nama lembaga, sangat mengharapkan sikap responsif dari pihak terkait untuk menjawab persoalan tersebut sebagaimana tuntutan," tutupnya.

Reporter: Fhyan
Editor     : Nuni