Generasi Multi Talenta Bisa Lahir dari Pondok Pesantren
Cari Berita

Advertisement

Generasi Multi Talenta Bisa Lahir dari Pondok Pesantren

Ginanjar Gie
Kamis, 21 Februari 2019

Foto : Dra. Hj. Siti Marjan
Indikatorbima.com - Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pesantren merupakan wadah untuk mencetak generasi pecinta al-Qur'an. Di mana, pesantren identik dengan para santri penghafal al-Qur'an, penghafal hadist, pandai ceramah, melahirkan qari' dan qari'ah, dan cabang ilmu agama lainnya. Namun, salah satu pesantren di Kota Bima kali ini memiliki konsep lain dari biasanya. Pesantren Ash-Shiddiqiyah lahir, tidak hanya menjadi wadah untuk ilmu agama saja, melainkan juga diikuti dengan pengembangan talenta para santriwan dan santriwati, Kamis (21/02/19).

Generasi multi talenta bisa lahir juga dari pondok pesantren. Melalui pentas seni yang diadakan di Aula Pesantren Ash-Shiddiqiyah pada Rabu malam, para santriwan dan santriwati menunjukkan bakat dan minat yang mereka miliki.

Zainul Muttaqin, selaku Ketua Pelaksana acara menyatakan, bahwa persiapan untuk Pentas Seni tersebut hanya menggunakan waktu 2 (dua) hari.

"Kami hanya mempersiapkan pentas seni ini 2 (dua hari). Tidak lebih dan tidak kurang," ungkapnya kepada Indikator Bima.

Meski hanya 2 (dua) hari, acara tersebut berjalan lancar dan bagus. Ada pun tampilan yang dipertontonkan pada acara tersebut adalah shalawat, puisi, pembacaan qalam illahi, sari tilawah, pantun, tari kreasi Lopi Penge, drama, brig dance, hadrah, dan permainan gitar klasik.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Dra. Hj. Siti Marjan, selaku pemilik Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah dan para Ustadz dan Ustadzah selaku pengajar di pondok pesantren tersebut. Di dalam sambutannya, Ummi Marjan mengatakan, agar para santriwan dan santriwati harus terus mengasah talenta-talenta yang dimiliki. Bersungguh-sungguh di dalam menggapai cita-cita. Dengan demikian, masa depan yang cerah akan mudah diraih. Tidak lupa beliau mendoakan seluruh santriwan dan santriwati agar kelak menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

"Anak-anak harus terus mengasah talenta-talenta yang dimiliki. Bersungguh-sungguh di dalam menggapai cita-cita. Dengan demikian, masa depan yang cerah akan mudah diraih. Semoga seluruh santriwan dan santriwati kelak menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa," tutupnya.

Reporter: Nuni