AMBY: Bima Ramah Jadi Bima Berdarah
Cari Berita

Advertisement

AMBY: Bima Ramah Jadi Bima Berdarah

Ginanjar Gie
Rabu, 20 Februari 2019

Foto : Massa aksi AMBY
Indikatorbima.com - AMBY (Aliansi Mahasiswa Bima Yogyakarta) menyikapi persoalan HAM yang terjadi di Kabupaten Bima. AMBY menilai, tidak ada satu pun yang pernah diselesaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sebagai contoh, di mana kasus pada tanggal 24 Desember 2011 penembakan kepada masyarakat yang melakukan aksi penolakan tambang di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, sampai saat ini belum diselesaikan. Aparat kepolisian selalu menggunakan alasan untuk mengamankan, namun di lapangan selalu menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut menjadi nyata sebagai kasus pelanggaran HAM, Rabu (20/02/2019).

Selanjutnya, pada tanggal 15 Februari 2019, terjadi penembakan pada masyarakat yang melakukan aksi untuk menuntut perbaikan jalan. Hal tersebut melahirkan korban, atas nama: Nuralisa (5), Ma'aruf (40) luka tembak di kaki kanan, Herman (16) luka di pinggang kanan belakang, Junaidi (24) luka di kepala belakang, dan 40 lebih luka-luka.

Atas kasus pelanggaran hal tersebut, maka AMBY menuntut:
1. Bupati dan Wakil Bupati Bima harus bertanggung jawab atas kejadian penembakan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.
2. Turunkan Kapolres Bima dan Usut tuntas pelaku penembakan terhadap masayarakat Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.
3. Meminta kepada Kapolda NTB, agar melakukan pemecatan terhadap para pelaku penembakan dan kriminalisasi terhadap masyarakat Sape dan Lambu.
4. Pemerintah Kabupaten Bima harus merealisasikan infrastruktur.
5. Komnas HAM harus turun tangan menyelesaikan persoalan HAM di Kabupaten Bima.
6. Tangkap dan adili para pelaku pelanggar HAM.

Oleh : Habibih IPMLY (Ikatan Pelajar Mahasiswa
            Lambu Yogyakarta)
Editor : Nuni