15 Orang di PHK PT. BSM, Masyarakat dan Pemuda Lambu Gelar Demonstrasi
Cari Berita

Advertisement

15 Orang di PHK PT. BSM, Masyarakat dan Pemuda Lambu Gelar Demonstrasi

Rabu, 13 Februari 2019

Foto: Suasana aksi demonstrasi
Indikatorbima.com - Polemik Pemutusa Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT. Bima Sakti Mutiara terhadap 15 tenaga kerja berujung demonstrasi. Massa aksi meminta agar 15 orang yang di PHK diperkejakan kembali, Rabu (13/02/19).

Sedikitnya 150 massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas masyarakat dan pemuda Lambu mendobrak gerbang PT. Bima Sakti Mutiara selama 6 jam lamanya.

Menurut keterangan Sandra, selaku jenderal lapangan aksi mengatakan bahwa, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Bima Sakti Mutiara terhadap 15 orang tenaga kerja tersebut menyalahi prosedur dan undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan mengenai tata cara pencabutan hak kerja

“Pihak perusahaan tidak melewati procedural dengan langsung mencabut hak kerja tanpa di berikan surat peringatan satu dan dua," ungkapnya kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut Sandra berharap agar pihak perusahaan menyerap tenaga kerja dari Lambu sebagai prioritas utama dan memberikan retribusi jasa kepada Desa Lambu sebagai tempat operasi perusahaan.

“Saya harap pihak perusahaan mengutama tenaga kerja dari Lambu sebagai prioritas utama, dan memberikan retribusi kepada Desa Lambu sebagai penunjang pendapatan asli Desa,” harapnya.

Dalam demonstrasi tersebut, massa aksi menyampaikan 7 poin tuntutan, pertama massa aksi meminta agar 15 orang yang di PHK dipekerjakan kembali, kedua perusahaan diminta agar tenaga kerja yang sudah bekerja 10 tahun diangkat, ketiga agar perusahaan menyerap tenaga kerja yang berada di Kec. Lambu, ke empat agar tenaga kerja yang sudah bekerja 10 tahun ditetapkan sebagai karyawan tetap, ke lima agar izin pembaharuan perusahaan diperjelas, ke enam agar pihak psrusahaan mengadakan rapat koordinasi membahas restribusi jasa usaha terhadap desa Lambu, ke tujuh agar pihak perusahaan tidak melakukan PHK secara sepihak.

Sementara itu, pihak perusahaan mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil kembali tenaga kerja yang sudah di PHK.

Reporter: M. Fahrurozy