Tolak Hoax, Karang Taruna Kota Bima Menggelar Seminar UU ITE
Cari Berita

Advertisement

Tolak Hoax, Karang Taruna Kota Bima Menggelar Seminar UU ITE

Rabu, 30 Januari 2019

Foto: Suasana Pelaksanaan Seminar
Indikatorbima.com-  Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kota Bima menggelar seminar dengan tajuk UU ITE & ANTI HOAX di Convention Hall paruga Na'e Kota Bima, Senin (28/01/2019) kemarin.

Dalam kegiatan yang di pandu oleh Salsabilah, mahasiswi ilmu politik dan pemerintahan universitas Padjadjaran (UNPAD) dan merupakan finalis Miss Indonesia tahun 2018 perwakilan Jawa barat tersebut, Hadir sebagai narasumber bapak Effendi Ghazali, Ph.D.,MPS ID (pakar ilmu komunikasi universitas Indonesia), bapak Dr. Agus Sudibyo (dewan pers terpilih tahun 2019-2021), dan bapak Nyoman Santana (bagian krimsus Kapolda NTB).

Ketua Pelaksana kegiatan Radiaturahman, SH mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mensosialisasikan pentinganya pemahaman UU ITE sekaligus berkonsolidasi dalam melawan hoax.

"Tujuan diadakan kegiatan ini untuk, memperkenalkan dan membangun kesadaran di kalangan masyarakat, akademisis, baik itu pemerintah daerah akan pentingnya dalam memahami UU ITE," Terangnya.

"Penggunaan media sosial elektronik sebagai jembatan dalam melakukan konsolidasi dan menjaga isu hoax yang berkembang dan mereduksi pemberitaan-pemberitaan yang mengarah pada tindak pidana dan isu sara," Tambahnya.

Lebih lanjut, Radiaturahman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  karena telah mendukung kegiatan tersebut.

"Baik itu pemateri, pemerintah kota Bima, aparat kepolisian, serta seluruh masyarakat kota Bima kami ucapkan terima kasih dan kami sangat mengapresiasi kerja keras suluruh kepanitiaan sehingga dapat menyukseskan kegiatan seminar ini," Ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum karang taruna kota Bima, Diah Citra Pravitasari dalam sambutannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya  kepada semua pihak yang sudah hadir dan mendukung kegiatan ini.

"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masing-masing pemateri Narasumber yang telah sempat menghadiri undangannya dan mau berbagi pengetahuan bersama kami masyarakat kota Bima," Paparnya.

Diah Citra Pravitasari menambahkan, bahwa tolak ukur perkembangan masa depan hanya bisa ditentukan oleh bagaimana generasinya sekarang, sebab membangun masa depan berarti membangun generasinya dan inilah salah satu cara agar dapat menata masa depan yang lebih baik.

"Perlu adanya keseimbangan antara pengetahuan dan etika bermedia yang baik, selain itu beliau mengajak seluruh undangan yang hadir khususnya dan lebih-lebih masyarakat kota Bima pada umumnya agar mengembalikan peran keluarga dalam memonitoring perkembangan anak-anaknya melalui media sosial elektronik dan menghidupkan kembali falsafah hidup ndai Mbojo "Maja labo dahu," Tutupnya.

Sedikitnya 317 orang yang perwakilan dari berbagai unsur, seperti pemerintah Kota Bima, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan perguruan tinggi, dosen, guru, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan wartawan media cetak dan elektronik hadir dalam kegiatan tersebut.

Reporter: Taufiq