Terancam Hanyut, Warga Sangiang Minta Bupati Bima dan Gubernur NTB Tepati Janji
Cari Berita

Advertisement

Terancam Hanyut, Warga Sangiang Minta Bupati Bima dan Gubernur NTB Tepati Janji

Kamis, 03 Januari 2019

Foto: Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri saat mengunjungi lokasi tebing sungai pada tahun 2018 lalu (Sumber: Akun Facebook @Nasrul Katiano).
Indikatorbima.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Bima pernah turun langsung melihat kondisi Tebing Sungai yang semakin hari semakin memprihatinkan. Pemerintah pun berjanji akan segera membuat perbaikan, namun hingga saat ini belum juga dilakukan, Kamis (03/01/19).

Akibat terkikisnya tebing sungai tersebut, puluhan rumah warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera Kabupaten Bima, khususnya di Dusun Bronjong terancam hanyut oleh aliran sungai.

"Kondisi terkini tebing sungai Desa Sangiang, volume luapan air terus meningkat. Beberapa rumah dan pabrik penggilingan milik warga terancam," kata Nasrullah, S.Hut. Sekertaris Desa Sangiang.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah turun dan melakukan peninjauan, bahkan melakukan pengukuran dan pemetaan disekitar wilayah tebing sungai untuk diperbaiki. Namu hingga saat ini, belum juga ada perbaikan.

"Tahun lalu saat longsor Bupati Bima pernah berkunjung lansung ke lokasi ini, setelah itu orang2 yang di utus Gubernur pun sudah pernah datang (pake ngukur2 segala). Alhasil belum tertangani sampai sekarang (Nunggu hanyut kali Yah)," terang Nasrullah, S.Hut. Sekertaris Desa Sangiang.


Mengetahui hal itu, tidak sedikit masyarakat Desa Sangiang yang kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Bima, maupun Pemerintah Provinsi NTB. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pemuda desa Sangiang, ia menganggap bahwa, pemerintah tidak serius menangani permasalahan masyarakat.

"Tapi itu semua hanya janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Bupati dan Gubernur. Padahal, bencana yang dialami oleh masyarakat Sangiang ini bukan lagi hal yang harus dijanjikan oleh pemangku kebijakan, Tapi sudah emergency tidak boleh di janji atau di Tunda," ungkap Wiro Ardiansyah.

Curah hujan yang cukup tinggi membuat aliran sungai semakin meningkat. Pada musim hujan tersebut, banjir tidak dapat dihindari. Akibatnya tebing sungai semakin hari semakin terkikis.

Reporter: Furkan
Editor : Amar