Panitia Seleksi CPNS 2018 UIN Mataram Diduga Curang, Peserta Siap Tempuh Jalur Hukum
Cari Berita

Advertisement

Panitia Seleksi CPNS 2018 UIN Mataram Diduga Curang, Peserta Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 20 Januari 2019


Foto:  Dr. Sutarto, M. Pd saat foto bersama dengan peserta lainnya (Paling depan).
Indikatorbima.com - Seleksi Nasional CPNS 2018 Instansi Kementerian Agama untuk jabatan Dosen Dikdas Matematika yang dilakukan oleh tim seleksi UIN Mataram diduga curang, Minggu (20/01/19).

Salah satu peserta CPNS 2018 Instansi Kementerian Agama untuk jabatan Dosen Dikdas Matematika, Dr. Intan Dwi Hastuti, M.Pd yang diwakili oleh suaminya, Dr. Sutarto, M. Pd berencana akan melaporkan
Tim penilai microteaching, Tim Seleksi CPNS UIN Mataram dan Rektor UIN Mataram sebagai penanggungjawab kepada Ombudsmen, Komisi Keterbukaan Informasi Publik RI, dan Kepolisian.

Pasalnya, hasil seleksi yang dilakukan oleh Tim penilai microteaching dan Tim Seleksi CPNS UIN Mataram tidak sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh peserta.

Berdasarkan data hasil pengamatan tersebut, nilai praktek mengajar/ microteaching seharusnya, Intan Dwi Hastuti Lebih tinggi dari pada Djuita Hidayati.

Akan tetapi kenyataan dalam pengumuman hasil Integrasi SKB dan SKD nilai praktek mengajar justru sebaliknya (Djuita Hidayati lebih Tinggi dari Intan Dwi Hastuti).

"Hal ini mengindikasikan bahwa penilaian kemampuan mengajar oleh tim seleksi CPNS Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tidak sesuai dengan pengamatan kami, yang diduga disebabkan oleh adanya kecurangan yang disebabkan oleh permainan orang dalam," Tegas Dr. Sutarto, M.Pd kepada pewarta warga Indikator Bima, Jum'at (18/01/19) kemarin.

Perbandingan nilai SKD dan SKB antara peserta, Djuita Hidayati dan Intan Dwi Hastuti.
Perbandingan hasil pengamatan peserta saat microteaching, tim penilai sering menanyakan, RPS dan kelengkapan mengajar lainnya, integrasi islam dalam pembelajaran, penguasaan bahasa, penguasaan office, dan lama mengabdi.

Jadwal pelaksanaan SKB tanggal 17 sampai dengan tanggal 19 Desember 2018. Tanggal 17 Desember 2018 psikotes, tanggal 18 Desember 2018 wawancara dan tanggal 19 Desember 2018 tes praktik/microteaching.

"Jika tes kemampuan mengajar ada kecurangan maka bisa jadi penilaian lainnya oleh tim UIN Mataram ada permainan," Terang Dr. Sutarto, M.Pd

Lebih lanjut, Dr. Sutarto, M.Pd mengungkapkan bahwa, pihaknya akan segera melaporkan dugaan kecurangan tersebut kepada pihak-pihak yang berwajib.

"Oleh karena itu persoalan ini akan kami laporkan kepada pihak Ombudsmen, Komisi Keterbukaan Informasi Publik RI, atau Kepolisian agar siapapun yang diduga bermain dapat diproses sesuai aturan yang berlaku," Ungkapnya.

"Dalam persoalan ini pihak yang akan kami laporkan adalah Tim penilai microteaching, Tim Seleksi CPNS UIN Mataram dan Rektor UIN Mataram sebagai penanggungjawab," Lanjutnya.

Selain itu, Dr. Sutarto, M.Pd juga meminta kepada pihak UIN Mataram untuk memberikan klarifikasi secara terbuka terkait proses penilaian seleksi CPNS 2018 Instansi Kementerian Agama untuk jabatan Dosen Dikdas Matematika yang sudah dilakukan.

"Pada kesempatan ini, kami meminta pihak UIN Mataram untuk mengklarifikasi tentang proses penilaian yang telah dilakukan," Pintanya.

"Kami menyadari, seleksi CPNS tahun ini, masih banyak ruang yang bisa digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, misalnya dalam penilaian tes SKB," Tututpnya.

Peserta berharap agar seleksi CPNS 2018 berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan berakgir dengan hasil yang murni tanpa adanya intrik-intrik kecurangan.

Pewarta: Ahyar
Editor : Furkan