Keberpihakan Pemilih Cerdas Jatuh Pada Paslon 03
Cari Berita

Advertisement

Keberpihakan Pemilih Cerdas Jatuh Pada Paslon 03

Minggu, 20 Januari 2019

Foto: Penulis
Paslon 03 yang dimaksud adalah rakyat yang hidup di daerah-daerah terpencil yang secara infrastruktur belum merasakan bagaimana hidup dalam infrastruktur yang memadai.

Rakyat yang tinggal di daerah yang infratrukturnya cukup maju. Namun secara finansial masih merasa resah dikarenakan mereka harus bekerja keras. Tak peduli di tengah teriknya matahari, basah kuyup diguyuri hujan, karena berusaha mendapatkan hasil yang cukup demi memenuhi kebutuhan, tetapi harga barang yang mereka produksi malah menurun.

Rakyat yang tinggal disekitaran bangunan-bangunan pabrik dan pertambangan, namun terancam di PHK bahkan sudah di PHK dikarenakan kepastian hukum serta penegakan hukum yang kurang tegas.

Rakyat yang berpakaian rapi, namun mengenteng map terisi kertas putih yang dipenuhi coretan tinta hitam didalamnya tertera tulisan "Surat Permohonan Lamaran Kerja".

Rakyat yang hanya sekedar menyampaikan aspirasinya (mahasiswa), namun mendapatkan perlakuan tidak adil dikarenakan tindakan separatis dan arogansi oleh oknum yang secara ideal tugasnya adalah mengayomi dan mengamankan.

Maka, esensi dari pemilih cerdas adalah mereka yang memberikan hak pilihnya pada Paslon yang mempu menyesuaikan antar kepentingan rakyat kelas atas, menengah, dan bawah. Tetapi yang paling fundamental yaitu Paslon yang mampu menciptakan prodak kebijakan yang berpihak pada masyarakat petani, nelayan, buruh, dan penganggur serta memerhatikan pembangunan SDM lewat jalur pendidikan di daerah-daerah tertinggal dan terpencil.

Selain di atas, pemilih cerdas harus mampu menganalisis dan menganalisa bagaimana model penanganan Paslon terhadap permasalahan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini, seperti: pengangguran, kemiskinan, korupsi, kenaikan harga sembako, menurunnya harga barang hasil produksi petani, dan tindakan separatis serta arogansi aparatur negara terhadap kelompok yang menyampaikan aspirasi rakyat.

Pemilih cerdas, mereka yang mampu menciptakan suasana kehidupan tetap harmonis, sebagai salah satu bentuk untuk mewujudkan nuansa kehidupan bermasyarakat yang rukun baik dalam beragama maupun dalam perbedaan pilihan politik.

Pemilih cerdas, mereka yang menganggap bahwa pilihan untuk golput itu merupakan pilihan yang salah, oleh sebab itu setiap warga negara harus berpartisipasi dalam memilih calon pemimpinnya, dengan berpartisipasi untuk memberikan hak pilih, itu merupakan bagian dari kontribusi setiap warga negara terhadap masa depan negaranya ke depan, dalam istilah lain memberikan hak pilih merupakan penentuan tentang nasip bersama dalam jangka panjang.

"Gunakan hak pilihmu sebagai bentuk pengabdianmu dan gunakan kata-katamu sebagai amal jariahmu"

Penulis: Musafir (Mahasiswa S2 Universitas Muhammadiyah Malang).