Hutan Gundul, Komppas Adakan Penghijauan
Cari Berita

Advertisement

Hutan Gundul, Komppas Adakan Penghijauan

Ginanjar Gie
Senin, 21 Januari 2019

Foto : anggota komppas sedang menanam pohon
Indikatorbima.com - Sekelompok orang yang tergabung dalam Komunitas Parapi Parangina Sape (Komppas) menggelar penghijauan hutan sebagai upaya penyelamatan lingkungan. Penghijauan tersebut dilakukan mulai dari terminal Parangina hingga tempat persiapan pembangunan tugu Sumpah Parapi desa Parangina kecamatan Sape.

Penghijauan ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah pembabatan hutan secara masal yang dilakukan oleh masyarakat. Hampir seluruh hutan di wilayah Bima dan sekitarnya menjadi gundul. Hal ini merupakan ancaman yang nyata bagi kehidupan masyarakat.

Diceritakan Risman Junaid selaku ketua Komppas, tujuan diadakannya kegiatan penghijauan tersebut untuk menyelamatkan bumi dari terjadinya bencana yang disebabkan oleh ulah tangan manusia.

Keadaan lingkungan saat ini begitu memprihatinkan. Banyak manusia yang tidak memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar, sehingga mengakibatkan bencana kemanusiaan yang cukup parah.

"Kami berharap kepada masyarakat khususnya perambah hutan untuk bersama-sama memelihara dan menjaga keberadaan hutan serta fungsinya,” ujar Sahbudin saat ditemui Indikator Bima, Minggu(20/01/2019).

Menurutnya, manusia agar lebih menyadari bahwa hutan adalah sebagian dari kebutuhan pokok kehidupan manusia. Kelestarian hutan sangat penting dalam hal kenyamanan lingkungan, pemenuhan kebutuhan air dan peningkatan ekonomi taraf hidup manusia.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan dan pemeliharaan hutan secara swadaya dan berdasarkan kesadaran serta keikhlasan pribadi tanpa ada unsur keterpaksaan,” terangnya.

Selanjutnya masalah yang cukup serius adalah lahan kritis dan hutan. Kondisi hutan saat ini semakin lama semakin gundul, banyak lahan yang kritis akibat dari kebakaran hutan, pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan, populasi pertumbuhan penduduk yang meningkat. Namun, tidak sebanding dengan kebutuhan tempat tinggal dan kepentingan bisnis masyarakat yang semakin besar. Sehingga lambat laun lahan pun semakin sempit tak terkecuali hutan terkena dampaknya.

“Oleh karena itu, kami mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap menjaga hutan yang tuhan titipkan kepada manusia” tutupnya.

Reporter: Nahrul Faidin
Editor: Tun