Budayakan Literasi
Cari Berita

Advertisement

Budayakan Literasi

Rabu, 30 Januari 2019

Foto: Penulis
Masalah yang paling mendasar dalam dunia pendidikan adalah kurangnya minat baca, kita sebagai generasi muda kesulitan dalam menuangkan ide dan gagasan-gagasan yang membangun karena kosa kata yang terbatas. Sehingga, pada saat menulis tidak dapat terselesaikan dengan baik dan bahkan tidak menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebelumnya penulis pernah menyinggung, bahwasannya melakukan pembiasaan serta mengembangkan ide, gagasan yang membangun merupakan fondasi dasar dalam dunia pendidikan dan mampu menunjukan pemikiran yang logis, kritis, kreatif dan inovatif. Sehingga, kemampuan yang dimiliki akan terpancar dengan sendirinya dan mampu mengembangkan potensi secara mandiri sesuai potensi masing-masing individu.

Berbagai macam literasi yang berbeda-beda perlu kita kuasai sehingga mampu merespon dan memaknai berbagai informasi yang di dapat dan merealisasikannya dengan baik, serta bermanfaat untuk khalayak. Tidak bisa dipungkiri bahwasannya membaca adalah salah satu strategis atau prosedur-prosedur dasar yang harus dibudayakan dalam pembelajaran.

Setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda dan gaya belajar pun berbeda. Perlu diketahui setiap individu untuk memahami gaya belajar dalam diri agar terkonsisten dan mampu menghadirkan motivasi dan inspirasi dalam berkarya.

Memang sulit untuk membangun suatu budaya yang semestinya kita adakan setiap saat apalagi budaya literasi, tetapi jika diciptakan suatu budaya itu sendiri secara paksa maka keadaan atau budaya itu sendiri akan terbiasa.

Bahkan kegiatan membaca hanya pada saat dituntut untuk menyelesaikan tugas begitupun di perguruan tinggi, dapat dilihat dan dirasakan dengan keadaan sekarang kita hanya menghabiskan waktu untuk bermain sehingga membaca pada waktu tertentu saat membutuhkan teori dan sebagainya untuk menyelesaikan tugas. Bahkan, dengan perkembangan zaman dan adanya teknologi yang canggih memudahkan segala aktivitasnya untuk mengakses dimana dan kapanpun itu.

Pada akhirnya, membaca buku sangatlah jarang karena memang kita berpikir mengakses melalui internet akan lebih mudah dan lebih cepat mendapatkan informasi. Tetapi, sebagian besar kita rugi dalam memecahkan suatu masalah dengan berpikir kritis.

Jadi, berliterasi sangatlah penting untuk mengenal, memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin menerka, apalagi Indonesia membutuhkan pemuda kritis untuk melawan krisisnya berbagai faktor pendidikan, ekonomi dan lainnya.

Penulis: Firda