Wisata Hutan Mangrove Lariti Lambu, Pilihan Tepat untuk Berlibur Tahun Baru di Bima
Cari Berita

Advertisement

Wisata Hutan Mangrove Lariti Lambu, Pilihan Tepat untuk Berlibur Tahun Baru di Bima

Ginanjar Gie
Minggu, 09 Desember 2018

Foto : Pemandangan di hutan mangrove (oleh : safran)
Indikatorbima.com - Objek wisata mangrove yang terletak di pesisir timur Kecamatan Lambu, tepatnya di Desa Soro atau sekitar 20 km dari jalan raya Jenderal Soedirman Soro-Lambu menjadi tempat favorit warga.

Setiap hari wisatawan dari berbagai daerah, baik anak maupun dewasa, berbondong bondong mendatangi kawasan Hutan Mangrove Lariti tersebut.

Dalam kurun waktu terdekat, pengunjung yang datang rata-rata berjumlah 600 orang/hari. Jumlah tersebut sebanding dengan pengunjung Pantai Lariti di hari biasa.

Sesampai di lokasi, pengunjung bisa menyusuri track hutan mangrove sepanjang 200 meter. Di tengah-tengah hutan pantai yang rimbun, berdiri gardu pandang setinggi 7 meter.
Para pengunjung pariwisata hutan mangrove (oleh : Safran)
Menara tersebut banyak dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati pemandangan hutan magrove dan lautan selat Sape.

Muhammad Iqbal (35) tahun menjelaskan, "Kami sebagai penggelola menghimbau, setiap pengunjung agar tidak membawa makanan dari luar, karena ditakutkan pengunjung akan membuang sampah sembarangan. Jika pengunjung ingin menikmati makanan, kami akan manyiapkan di dalam track," ujarnya kepada Indikator Bima, Sabtu (08/12/18).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, untuk tarif setiap masuk di track hutan magrove tersebut, dikenakan tarif Rp5.000 dan free 1 botol teh pucuk.

"Untuk tarif masuk alias tiket, kami mematok sebesar Rp5.000, tapi free 1 botol teh pucuk," ungkapnya.

Iqbal juga memberitahukan, bahwa wisata Hutan Mangrove Lariti tersebut segera diresmikan pada 23 Desember mendatang oleh Bupati Bima, Hj. Dinda Dhamayanti Putri, S.E.

"In syaa Allah, track Hutan Mangrove Lariti ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Bima pada tangal 23 Desember mendatang," tutupnya.

Reporter: Safran
Editor: Nuni