Tanah Di Lambitu Longsor Lagi, Formal Minta Pemerintah Bertindak
Cari Berita

Advertisement

Tanah Di Lambitu Longsor Lagi, Formal Minta Pemerintah Bertindak

Ginanjar Gie
Sabtu, 01 Desember 2018

Situasi wilayah terkena longsor
Indikatorbima.com - Forum Mahasiswa Lambitu Malang (Formal) menyayangkan sikap pemerintah setempat yang tidak peduli dengan bencana tanah longsor yang dialami oleh warga Dusun Teta Satu, Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Oleh karenanya, Formal mendesak pemerintah daerah agar segera bertindak menangani bencana tersebut, Sabtu (01/12/18).

Bencana tanah longsor yang dialami oleh warga Desa Teta sudah berlangsung lama, yaitu sejak mulai musim hujan sampai sekarang.

Puluhan rumah warga terancam ambruk, dua jembatan penghubung antardusun terancam putus, dan satu jembatan jalur pengambilan air masyarakat sehari-hari retak parah.

Zul Afri, selaku Wakil Ketua Formal mengatakan, permasalahan tersebut harus segera ditanggapi lebih serius, karena bukan hal sepele dan menyangkut nyawa masyarakat. Pemerintah harus tanggap dengan permasalahan yang sudah terjadi. Bukan sekadar janji, melainkan harus ditepati.

"Permasalahan ini harus segera ditanggapi lebih serius, karena bukan hal sepele dan menyangkut nyawa masyarakat. Pemerintah harus tanggap terhadap permasalahan yang sudah terjadi. Bukan sekedar janji saja, tetapi harus bisa ditepati," ujarnya kepada Indikator Bima, Jumat (30/11/12).

"Surat pernyataan bermaterai 6.000 kok tidak ditepati, malah iming-iming saja," tambahnya.

Lebih lanjut, Rajuman anggota Formal lainnya mengungkapkan keprihatinannya terhadap bencana tanah longsor dan surat pernyataan pemerintah yang tidak ditepati tersebut. Rajuman mengaku kecewa terhadap pemerintah yang dinilai tidak menepati janji.

"Saya selaku mahasiswa Desa Teta turut prihatin atas bencana yang terjadi. Saya resah karena orang tua saya, keluarga, dan masyarakat lainnya tidak bisa tidur. Saya kecewa terhadap pemerintah karena sudah berjanji mengatasi permasalahan yang terjadi," tuturnya.

"Apakah kekurangan informasi, ataukah tidak ada rasa kepedulian atau mungkin tidak mau tahu sama sekali dengan apa yang sudah terjadi," tambah Arif Zulfadilah, anggota Formal lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Formal Wahjiansyah dengan tegas mendesak pemerintah daerah untuk segera mengatasi bencana tanah longsor yang menimpa warga Desa Teta tepatnya di Dusun Teta Satu sebelum ada korban jiwa.

"Kami mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti tanah longsor yang sudah terjadi sebelum ada korban jiwa," tegasnya.

Reporter: Taufiq
Editor: Nuni