Setelah Wisuda, Aku Ke Mana?
Cari Berita

Advertisement

Setelah Wisuda, Aku Ke Mana?

Ginanjar Gie
Sabtu, 01 Desember 2018

Foto : Ilustrasi Tulisan
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang horor bagi pemerintah, dan pertanyaan yang tidak asing lagi bagi kalangan wisudawan. Pertanyaan ini lahir tidak serta merta hadir karena perasaan yang ingin mengkritisi kinerja pemerintah, akan tetapi kenyataan yang terjadi pada bangsa ini yang melanda kaum muda Indonesia.

Setiap tahun, institusi akademisi mencetak puluhan ribu sarjana muda dari berbagai bidang ilmu, mulai dari sarjana ekonomi,  kesehatan, sistem informasi, matematika, bahasa Indonesia,  ilmu hukum, dll. Yang menjadi permasalahannya, bukan seberapa besar SDM yang dimiliki Indonesia,  tapi bagaimana perintah menyiapkan lapangan pekerjaan bagi warga negaranya.

Bisa disebut, pemerintah Indonesia kewalahan dalam mengatur lapangan pekerjaan bagi warga negara Indonesia, tetapi akan mudah bila pemerintah Indonesia pandai dalam mengelola negara ini.

Bisa dilihat lepasan sarjana kesehatan yang sudah sangat banyak sekali populasinya, dan lebih banyak lagi yang kebingungan, di mana harus mencari pekerjaan, untuk sekadar mengamalkan potensi yang mereka miliki atau pun untuk mencari pekerjaan yang layak dalam membiayayai kehidupan sehari-hari.

Apa lagi zaman sekarang, mahasiswa yang bergelut dalam bidang kesehatan dipersulit dengan aturan, belum lagi biaya kuliah yang sangat tinggi, dan belum tentu setelah sarjana mendapatkan pekerjaan yang layak.

Benar saja yang terjadi pada negeri ini warga semakin melarat,  rakyatnya mencari pekerjaan, justru ribuan tenaga kerja asing didatangkan di Indonesia. Pemerintah mendesak generasi muda untuk cerdas dan bisa diandalkan, SMK berkarya, produk asing lagi berkeliaran di negeri ini.

"Apa gunanya sumber daya manusia memadai, jika tenaga kerja asing yang lebih layak pada negeri sendiri."

Berapa ribu lagi cetakan sarjana di Indonesia, agar pemerintah lebih paham bagaimana susahnya meraih gelar sarjana tingkat tinggi, para orang tua berkeluh kesah atas pembiayaan, tidak juga terbayarkan setelah sarjana.

Masa kini, salah satu pilihan yang harus ditempuh oleh generasi bangsa adalah berwirausaha, dengan mengandalkan insting dan keberanian mengambil risiko walau bukan pada bidang ilmu yang diemban. Yang dibangggakan oleh para lepasan sarjana hari ini adalah potretan hasil karya fotografer atas toga yang melekat di kepala dan berusaha tersenyum selebar mungkin. Setelah itu mau ke mana? Biarlah arus kehidupan yang mengantarkan generasi bangsa ini.

Melalau tulisan singkat ini, penulis berpesan kepada para pembaca: "sampaikanlah fakta ini pada telinga pembesar pemerintah, agar mereka dihantui oleh tanggung jawab terhadap rakyatnya, berani menjabat, berarti siap hidupnya untuk rakyat dan matinya untuk tanah air.

Penulis : Defisosian Arwon A. Majid