Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Menghadapi Krisis Multidimensional Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Menghadapi Krisis Multidimensional Indonesia

Ginanjar Gie
Sabtu, 01 Desember 2018

Foto : penulis
Pendidikan (education) adalah proses untuk memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri. Jadi, banyak hal yang dibicarakan ketika kita membicarakan pendidikan. Pendidikan adalah isu yang urgen dalam masyarakat kita.  Melalui pendidikan, manusia dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi penerusnya. Sedangkan karakter (character) adalah perilaku atau kebiasaan setiap individu, sehingga dapat berinteraksi dengan lingkungan, baik dari lingkungan keluarga, masyarakat, guru, maupun teman sebaya.

Pendidikan karakter (character building) merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, karena karakter tidak terbentuk dengan sendirinya atau telah ada sejak lahir, melainkan sejauh mana orang tua, keluarga, masyarakat, guru, maupun teman-teman sebaya mempengaruhinya. Apabila pendidikan karakter ini dilupakan dan tidak ditanamkan kepada anak-anak sejak dini, maka dampaknya akan mempengaruhi akhlak, watak, kedisiplinan, bahkan tidak peduli dengan lingkungan sosialnya.

Melupakan pendidikan karakter tentunya tidak akan bisa menjawab tantangan krisis multidimensional di Indonesia, di antaranya sentralisasi atau otonomi daerah yang saat ini sudah mulai, dan era globalisasi total yang akan terjadi pada tahun 2020, ditambah lagi dengan berbagai macam ancaman terhadap ideologi negara, yang pada akhirnya berdampak pada munculnya gaya hidup yang cenderung individualistik, serta terjadinya kemerosotan moral, mental, akhlak dan etika yang tanpa kita sadari memicu terjadinya krisis multidimensional.

Masalah krisis multidimensional Indonesia merupakan masalah utama yang telah dihadapi oleh bangsa Indonesia mulai dari masa Orde Baru hingga saat ini, mulai dari permasalahan pembagian keuangan, kekuasaan yang sentralisasi, budaya, hingga masalah dan dampak globalisasi yang telah tertanam pada diri pribadi anak bangsa. Beberapa tantangan tersebut merupakan ujian berat yang harus dilalui dan dipersiapkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Kunci sukses dalam menghadapi tantangan berat itu terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang handal dan berbudaya.

Karakter bangsa merupakan aspek penting dari hasil kualitas SDM)karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Pembentukan karakter harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang melibatkan aspek “knowledge, feeling, loving, dan action”. Dengan demikian, pembentukan karakter sejak usia dini akan memberikan dampak positif bagi seorang anak, baik dari moral, akhlak, etika, bahkan mampu menghadapi krisis multidimensional yang ada di Indonesia.

Pendidikan karakter sebagai salah satu jalan mengembalikan manusia kepada kesadaran moralnya harus selalu dikawal oleh semua pihak. Keluarga, lembaga pendidikan, media massa, masyarakat dan pemerintah harus bahu membahu bekerja sama dalam tanggung jawab ini. Tanpa keterlibatan semua pihak, ideal-ideal dari dilaksanakannya pendidikan karakter hanya akan berakhir di tataran wacana dan gagasan.
Oleh karena itu, perlu program aksi secara menyeluruh dari semua komponen bangsa ini, sehingga pada akhirnya akan mampu menghadapi krisis multidimensional di Indonesia.

Penulis: Hamdan Syakirin,
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang.