Memasang Alat Perekam Motif Kejahatan Penguras ATM
Cari Berita

Advertisement

Memasang Alat Perekam Motif Kejahatan Penguras ATM

Senin, 24 Desember 2018

Foto: alat perekam yang diamankan oleh polisi (sumber: akun facebook @Fan Bara)
Indikatorbima.com - Beragam cara yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya, seperti halnya yang terjadi di ATM SPBU Jln. Gaja Mada Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima pada Minggu (23/12/18) kemarin.

Kali ini motif yang digunakan pelaku dengan cara memasang alat skimming (perekam) di bagian tempat memasukan kartu ATM dan di antara tombol transaksi, sehingga mempermudah pelaku untuk menyalin informasi yang terdapat pada strip ATM korban.

Hal tersebut berdasarkan informasi yang diposting oleh akun Facebook milik Fan Bara pada minggu (23/12/18), postingan yang menggegerkan warga net tersebut, menceritakan seseorang yang belum diketahui identitasnya merasa curiga atas alat yang terpajang di tombol ATM saat melakukan transaksi, akibatnya seketika itu pula korban melaporkan kepada pihak SPBU.

"Pihak pengelola ATM membenarkan bahwa alat skimming tersebut merupakan alat perekam data ATM," Kata Van Bara dalam postingannya.

Akibat beredarnya informasi tersebut menuai beragam komentar warga net. salah satunya akun Facebook milik Zamharirah ZamZam, ia menyarankan kepada pihak pengelola ATM untuk mengevaluasi dan memonitor CCTV di ATM minimal 3 kali dalam sepekan.

"Kan tetap bisa dilihat karena ada CCTV-nya jika ada kejanggalan yang terjadi dalam ATM, agar kami juga nasabah bisa aman. Jangan, kami sebagai nasabah yang dijadikan korban karena cari duit itu susah sementara pelaku skimming dengan mudah mengambil uang tersebut. buat semua BANK yang menyediakan ATM, tolong di evaluasi CCTV-nya," saran nya.

Sementara Akun Facebook milik Chairunnisa Yahya dalam kolom komentarnya mengatakan lebih baik melakukan transaksi di ATM BANK yang lebih aman.

"Skimming untuk merekam apa yang kita ketik, lebih baik kita tarik di ATM BANK-nya, mungkin itu lebih aman," Katanya.

Pewarta: Juliadin
Editor : Firda