Masyarakat Lambitu Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Desa Kaowa
Cari Berita

Advertisement

Masyarakat Lambitu Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Desa Kaowa

Minggu, 02 Desember 2018

Foto: Kondisi jalan penghubung dusun Waduramba dan Desa Kaowa.
Indikatorbima.com - Masyarakat Dusun Waduramba, Desa Kaowa keluhkan kondisi jalan yang menghubungkan antara Dusun Waduramba dengan Desa Kaowa maupun desa-desa lain di Kecamatan Lambitu.

Sejak dulu hingga sekarang, jalan tersebut masih dalam keadaan rusak parah. Keadaannya berlubang, berbatu, dan bercampur tanah liat, bahkan bisa dikatakan tidak layak untuk dijadikan jalan umum, Minggu (02/11/18).

Tayeb, salah satu warga Dusun Waduramba, Desa Kaowa Kecamatan Lambitu, mengeluhkan kondisi jalan yang belum diperbaiki, apalagi sekarang musim hujan. Hanya kendaraan beroda dua saja yang bisa lewat, itu pun bagi orang-orang yang mahir berkendara dan mengetahui medan jalan ke Dusun Waduramba.

"Sampai sekarang jalan belum juga diperbaiki. Padahal ini sudah musim hujan. Hanya kendaraan beroda dua saja yang bisa lewat, itu pun bagi orang-orang yang mahir berkendara dan tahu medan jalan ke Dusun Waduramba," ujarnya kepada Indikator Bima.

Tayeb menambahkan, jalan ke Dusun Waduramba rusak parah, dan belum sama sekali terkena aspal. Status jalan juga belum jelas, merupakan jalan ekonomi atau jalan umum. Padahal akses jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena jalan tersebut merupakan penghubung antara Dusun Waduramba dengan desa-desa lain di Kecamatan Lambitu.

"Jalan juga masih rusak parah. Belum diaspal sama sekali. Kami bingung, status jalan itu juga belum jelas. Jalan ekonomi atau jalan umum. Akses jalan itu sangat dibutuhkan. Karena memang jalan merupakan penghubung Dusun Waduramba dengan desa-desa lain," tambahnya.

Tayeb berharap, semoga jalan menuju Dusun Waduramba tersebut bisa segera diaspal, demi kelancaran pembangunan di berbagai sektor, apalagi hanya jalan tersebut yang menjadi akses, karena banyak ladang maupun sawah masyarakat Lambitu yang berada di Dusun Waduramba.

"Semoga jalannya segera diaspal, demi kelancaran pembangunan di berbagai sektor, apalagi hanya jalan tersebut yang menjadi akses kami, karena memang banyak ladang maupun sawah masyarakat Lambitu yang berada di Dusun Waduramba," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kaowa, Junaidin, menyatakan, sebenarnya jalan sudah bagus dan sudah bisa diakses oleh kendaraan roda empat, tetapi karena intensitas hujan yang tinggi, akhirnya membuat jalan semakin rusak.

"Jalannya sebenarnya sudah bagus, bahkan roda empat bisa melewatinya. Namun, intensitas hujan yang tinggi, membuat jalan semakin rusak," tuturnya kepada Indikator Bima.

"Beberapa waktu lalu, digunakan anggaran ApBdes Desa Kaowa sebesar Rp60.000.000 (60 juta rupiah) tahun 2017, selanjutnya Rp200.000.000 (200 juta rupiah) ApBD II 2017 akhir tahun untuk memperbaiki jalan dari Desa Kaowa menuju Dusun Waduramba," tambahnya.

Pemerintah Desa Kaowa mewakili masyarakat berharap agar jalan tersebut segara dilakukan pengerasan.

"Kami, selaku Pemerintah Desa Kaowa mewakili masyarakat, berharap jalan tersebut dilakukan pengerasan, agar tidak rusak kembali, karena jalan masih tanah liat. Ketika hujan, akan terjadi erosi yang membuat jalan semakin rusak," tutupnya.

Reporter: Taufiq
Editor : Nuni