Korupsi 2 Paket Proyek Tol Bali
Cari Berita

Advertisement

Korupsi 2 Paket Proyek Tol Bali

Rabu, 26 Desember 2018

Foto: Istimewa
Lagi Indonesia dihebohkan dengan kasus korupsi yang tidak akan ada habisnya. Baru-baru saja Komisi Pemberantaasan Koripsi (KPK) mengungkap tindak pindana korupsi proyek pembangunan jalan Tol Nusa Dua-Nugrah Rei-Benoa, setelah lima tahun beroperasi.

KPK menetapkan dua petinggi perusahaan BUMN PT Waskita Karya sebagai tersangka tindak pidana korupsi proyek infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) yang korupsi.

Perkara yang diusut KPK dari penyelidikan itu baru menjerat dua orang tersangka, yaitu Fathor Ranchman selaku Kepala Divisi II Pt Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011-1013 dan Yuly Arianda Siregar selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II Pt Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014.

"FR dan YAS diduga telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero)," Ujar Agus Rahardjo.

Agus menerangkan, Fathor dan Yuly diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang di kembangkan oleh perusahaan.
KPK menduga empat perusahaan subkontraktor itu tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Dari perhitungan sementara bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), diduga terjadi kerugian Negara sekitar Rp186 miliar.

Perhitungan ini merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya ke perusahan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut. KPK menduga empat perusahaan subkontraktor tersebut mendapat pekerjaann fiktif dari sebagian paket pada proyek-proyek pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, bendungan dan normalisasi sungai.
Salah satunya pembangunan tol di Bali.

Untuk diketahuinya, proyek jalan tol di Bali yang menghubungkan Nusa Dua-Bandara Ngurah Rai-Pelabuhan Benoa mulai dikonstruksi sekitar maret 2012 dan selesai mei 2013. Tol di atas laut sepanjang 12,7 km ini diresmikan pada 23 September 2013.

Pembangunan jalan tol pertama di Bali ini merupakan salah satu proyek besar yang ditangani oleh Waskita Karya dengan nilai proyek mencapai Rp 773 miliar.
Kedua paket yang dikerjakan oleh Waskita Karya adalah paket dua di area Benoa yang berada di atas laut dangkal dengan jumlah titik sepanjang 2,4 km dan paket empat dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 3,614 titik yang mencakup Simpang Susun Benoa sepanjang 2,2 km.

Penulis: Dwi Masudah
(Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang)