Ekonomi Digital Merusak Lifestyle Generasi
Cari Berita

Advertisement

Ekonomi Digital Merusak Lifestyle Generasi

Rabu, 26 Desember 2018

Foto: Ilustrasi (wordpress)
Akhir-akhir ini kerap muncul iklan di televisi yang dibintangi oleh bintang kpoop blackpink, Sekelompok perempuan dengan baju pas-pasan. Baju yang dikenakan bahkan tidak menutupi paha. Gerakan dan ekspresi pun provokatif. Sungguh jauh dari cerminan nilai Pancasila yang beradab.

Iklan Shopee yang menggunakan grup Korea Selatan, Blackpink ini, sering diputar pada program anak-anak. Satu film anak-anak bahkan memuat iklan ini setiap beberapa menit seperti Film Tayo RTV, Jumat (7/12).

Apa pesan yang hendak dijajalkan pada jiwa-jiwa yang masih putih itu? Bahwa mengangkat baju tinggi-tinggi dengan lirikan menggoda akan membawa mereka mendunia? Bahwa objektifikasi tubuh perempuan sah saja? Di mana letak perlindungan KPI pada generasi penerus bangsa? kasus tersebut tentu membuat masyarakat khawatir. Menambah PR besar bagi orang tua.

Ancaman rusaknya generasi tak disangka datang dari iklan2 yang tak senonoh karena memang Media dalam sistem sekularisme kapitalisme merupakan alat yang paling strategis untuk melakukan penyebaran nilai-nilai dan gaya hidup bebas ala Barat. Maka tak heran jika hari ini media digital menjadi mesin perusak paling ampuh untuk merusak bahkan menghancurkan generasi.

Sehingga mengabaikan nilai moral dan syariah, sebab apa yang dilakukan oleh media2 sekrang hanya orientasi materi dan menguntungkan kapitalis tanpa mempedulikan apa efek yang di dapatkan oleh generasi yang akan datang. Dimana perempuan dijadikan bahan eksploitasi demi keuntungan kapitalis.

Inilah yang akan terlihat jikalau sebuah sistem berlandaskan atas dasar asas manfaat sehingga kemulian perempun tidak ada harganya lagi. Ini disebabkan karena tidak ada control dari Negara. Berbeda halnya dengan islam, Islam memandang media massa baik media digital maupun media analog, memiliki fungsi strategis bagi negara dan kepentingan dakwah Islam, yaitu melayani ideologi Islam.

Di dalam negeri, media massa berfungsi untuk membangun masyarakat Islami yang kokoh. Sedang di luar negeri, media massa berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam dan sekaligus untuk membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia (Ghazzal, RUU Media Massa dalam Negara Khilafah, 2003).

Media massa akan menjadi alat konstruktif untuk memelihara identitas keislaman masyarakat, dengan tidak melarang unsur hiburan ( entertainment ) yang sehat dan syar'i. Termasuk media digital akan mengambil peran dalam menjaga dan melindungi generasi dari pengaruh sistem rusak nan sesat. Sebab negera berperan aktif dalam mengontrol dan melindungi kontens media digital dari nilai-nilai dan gaya hidup bebas ala Barat.

Tak seperti sekarang, ketika media massa mengabdi pada ideologi sekularisme kapitalisme yang kafir. Media massa kini telah menjadi alat destruktif untuk menghancurkan nilai-nilai Islam, dengan mengeksploitir nila-nilai dan lifestyle yang tidak syar'i. Jelas, hanya Islam yang menyelesaikan persoalan 2 tersebut. Di sisi lain mengatur media digital agar sejalan dengan nilai-nilai Islam. Tentunya semua dapat berjalan sempurna kalau Islam diterapkan secara kaffah.

Penulis: Atikah Zahro (Mahasiswa jurusan fisika universitas muhammadyah mataram)