Bermodalkan Usaha Jasa Print, Mahasiswa Asal Dompu Menempuh Pendidikan S2
Cari Berita

Advertisement

Bermodalkan Usaha Jasa Print, Mahasiswa Asal Dompu Menempuh Pendidikan S2

Rabu, 26 Desember 2018

Foto: Hermansyah
Menjadi pengusaha di usia mudah merupakan sesuatu hal yang langkah dan patut di banggakan, namun untuk mengawali nya tergolong sesuatu yang sangat sulit dilakukan apalagi cikal bakal seseorang berstatus sebagai mahasiswa, sebab diketahui mahasiswa kerap memikul kesibukan akademisi dan organisasi.

Walau demikian kerap nampak dipermukaan mahasiswa yang justru berhasil mengagas usaha di tengah-tengah kesibukan nya, seperti hal nya mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) bernama Hermansyah asal Desa Karamabura Kabupaten Dompu.

Diketahui pria kelahiran 24 Desember 1991 di tengah-tengah kesibukanya ia mengagas usaha yang terbilang sukses, sebab di usianya yang belum menginjak angka 28 tahun ini Ia berhasill merintis usaha pada bidang penyediaan jasa Print walaupun diketahui usaha tersebut bernilai kecil

Saat ditemui di tempat kerjanya Pria yang biasa di sapa Man ini mengatakan bahwa alasannya merintis usaha atas dorongan kedua orang tua lantaran ada ke inginan dirinya untuk melanjutkan studi pada tingkatan yang tinggi, walau demikian iapun mengaku biaya awal merintis usaha tersebut atas jerih payah nya sendiri

"Kalau masalah ongkos kuliah alhamdulillah selama saya lanjut S2 saya biayai sendiri tampa membebankan orang tua, karena orang tua saya kan tergolong tidak mampu," Tutur Hermansyah kepada Indikator Bima, Rabu (26/12/18).

Selain itu pria Alumni SI pada prodi Teknologi Pendidikan di Universitas Muhamadiyah Makassar (UNISMUH) itu mengatakan kerap mengirim uang disetiap kebutuhan orang tuanya di kampung, pasalnya ia mengaku lantaran sebagai tulang punggung keluarga nya

"Selain layani jasa Print saya juga melayani service ringan Komputer, Leptop dan Notebook, dan kalau masalah membagi waktu kuliah dengan layani jasa Print Insya Allah selama ini saya mampu untuk memanimalisirnya, saya buka sampai jam 12 malam, jika saya kuliah pagi saya buka siang dan terkadang juga di bantu sama saudara untuk layani pelanggan," Ucap nya.

Selain itu ia mengaku pendapatanya mencapai Rp 300 hingga Rp 500 ribu perhari dengan mayoritas pelangganya adalah mahasiswa.

Lebih lanjut anak pertama dari ke empat bersaudara ini menjelaskan bermodal Ijazah SI kian hari sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, hingga membuat dirinya melanjutkan pendidikan pada tahap yang tinggi karena menurutnya akan mempermudah meraih pekerjaan yang layak

"Berdasarkan kenyataan yang ada kan semakin hari sulit mendapatkan pekerjaan, jangankan bermodalkan ijazah SI, bahkan dengan ijazah S2 pun sulit, meski begitu, saya coba-coba melanjutkan S2 sempat di permudahkan mendapatkan lapangan pekerjaan kedepan nya," Imbuh nya.

Di singgung terkait pernikahan ia mengaku bakal mengakhiri masa lajang usai menempuh pendidikan Magister nya pada awal tahun 2020 mendatang.

Pewarta: Juliadin