Skripsinya Tentang Budaya Bima, Mahasiswa UMM Asal Bima ini Raih Predikat Cumlaude
Cari Berita

Advertisement

Skripsinya Tentang Budaya Bima, Mahasiswa UMM Asal Bima ini Raih Predikat Cumlaude

Selasa, 27 November 2018

Foto: Taufiqurrahman bersama kedua orang tuanya saat melakukan foto bersama di acara Wisudanya.

Indikatorbima.com - Taufiqurrahman (22), mahasiswa asal Desa Londu, menjadi sumber insipirasi bagi Mahasiswa Lambitu di Malang.

Pasalnya, mahasiswa yang berhasil mengakhiri masa belajar selama 4 tahun 2 bulan tersebut sukses meraih predikat lulusan terbaik (cumlaude) tingkat jurusan dengan IPK 3,77. Taufiq mengusung skripsi yang berjudul "Peran Masyarakat dalam Melestarikan Kesenian Tarian Mpa'a Lanca (Adu Betis) sebagai Upaya Menjaga Budaya Lokal di Desa Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima."

Putra dari pasangan H. M. Hasan dan Ibu Rukmini tersebut berhasil memberikan kebanggaan bagi  keluarga, sahabat, dan juga Mahasiswa Lambitu di Malang. Taufiq berhasil diwisuda pada Sabtu, 24 November 2018 lalu.

Bagi Taufik, belajar dan terus menggapai mimpi adalah suatu keharusan, karena Lambitu harus berkemajuan dengan peran langkah nyata generasi muda Lambitu.

Taufiq mengungkapkan, bahwa kampung halaman adalah bukti sejarah kita dilahirkan yang tidak boleh kita lupakan.

"Saya ingin membanggakan Lambitu, memperkenalkan budaya daerah yang di mana setiap budaya kita memiliki nilai karakter masyarakat serta keararifan lokal yang tinggi. Selain itu, saya ingin memperkenalkan budaya kesenian Tarian Mpa'a Lanca yang merupakan cikal bakal munculnya peradaban masyarakat yang tentu harus terus dilestarikan. Dengan budaya yang begitu banyak di Lambitu, maka perlu diangkat melalui skripsi maupun karya ilmiah," tuturnya.

"Siapa pun kita, sebagai generasi muda Lambitu, kita harus mampu menjaga tanah leluhur dan memberikan kebanggaan bagi daerah tercinta," tegasnya.

Keberhasilan Taufiq tentu melalui proses yang tidak mudah. Orang tua dan juga lingkungan sangat berperan dalam mewujudkan cita-citanya.

Taufiq menilai ayahnya sebagai orang tua yang selalu menjadi inspirasi bagi dirinya dalam menuntut ilmu.

"Dengan segala kesederhanaannya, Ayah mampu menjadikan saya sampai pada titik ini. Ayah selalu menjadi motivasi saya untuk menggapai mimpi," ujarnya.

Taufiq merupakan alumni SDN Inpres Londu, SMPN 1 Lambitu, dan SMAN 2 Kota Bima.

Semasa di sekolah dasar, Taufiq pernah mewakili sekolah dalam Olimpiade IPA, Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten, serta menjuarai berbagai lomba.

Pada jenjang perkuliahan, Taufiq juga pernah menjabat menjadi ketua HMJ Civicus (PPKn) serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Taufiq juga pernah menjadi pengurus Kerukunan Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima (KKPMB) Malang.

"Menjadi mahasiswa, tidak harus melupakan dunia organisasi. Dalam artian, kita harus seimbang antara dunia organisasi dan juga akademisi. Organisasi boleh saja, tapi jangan sampai terlena. Jadikan organisasi sebagai penunjang perkuliahan," paparnya.

Sementara, Wahjiansyah, Ketua Umum Formal Malang menilai Taufiq adalah senior yang baik, selalu membimbing dan memberi solusi di saat ada kesulitan.

"Abang Taufiq itu senior yang menjadi panutan bagi kami di Malang. Selalu menjadi motivator bagi kami untuk terus belajar beroganisasi," jelasnya.

Wahjiansah berharap, semoga ilmu dari seniornya tersebut dapat bermanfaat tidak hanya untuk Taufiq, melainkan dapat bermanfaat juga untuk orang lain, agama, nusa, dan bangsa.

"Semoga ilmunya bermanfaat bagi semua orang, agama, nusa, dan bangsa. Tetaplah menjadi kakak yang selalu mendampingi kami di Malang," tutupnya.

Editor: Nuni